53 Persen Lansia di Kota Semarang Belum Divaksin

Seorang lansia didorong menggunakan kursi roda oleh pelayan publik untuk melakukan vaksinasi di PRPP.(DINDA RAHMA/LINGKAR)
Seorang lansia didorong menggunakan kursi roda oleh pelayan publik untuk melakukan vaksinasi di PRPP.(DINDA RAHMA/LINGKAR)

SEMARANG, Lingkar.co – Sebanyak 50 persen masyarakat lanjut usia (lansia) di Kota Semarang belum mendapatkan vaksinasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

“Ayo gandeng orang tua kita,  kakek, nenek. KTP tidak harus Semarang, boleh langsung datang. Masih ada sekitar 53% lansia di Semarang yang belum mendapat vaksinasi,” kata Abdul Hakam Selasa (13/4/2021).

Baca Juga:
Minat Masyarakat Lanjut Usia di Jepara untuk Vaksinasi Rendah

Abdul Hakam mengatakan, pemerintah terus melakukan sejumlah inovasi agar proses vaksinasi semakin efektif dan efisien. Salah satunya yang sedang berjalan saat ini adalah strategi vaksin 2in1. Ia mengatakan hingga saat ini, fokus vaksinasi masih di golongan lansia. Mengingat lansia merupakan golongan yang rentang terserang virus Covid-19. 

“Pada Kamis (8/4/2021) Kemenkes menyampaikan bahwa ada strategi 1 petugas publik/masyarakat membawa 2 lansia atau lebih. Memang untuk masyarakat umum nanti juga bisa. Tapi kita lihat sekarang petugas publik masih banyak yang belum mendapat vaksin, jadi fokus dulu,” ujar Abdul Hakam.

Abdul Hakam melanjutkan, tidak ada syarat khusus untuk melakukan strategi vaksinasi 2in1. Para pelayan publik dan lansia bisa langsung datang ke sentra vaksinasi yang ada di Pekan Raya dan Promosi Pembangunan (PRPP).

Baca Juga:
Terjadi Penurunan Angka Kasus Covid-19 Usai Vaksinasi

Sementara, pasca liburan panjang di Minggu lalu, Abdul Hakam mengungkapkan terdapat kenaikan kasus. Klaster keluarga mendominasi lonjakan angka tersebut. Ia juga mengatakan 6 kecamatan yakni Pedurungan, Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Utara, serta Ngaliyan memiliki kasus tertinggi di Kota Semarang. Sehingga prioritas vaksinasi untuk lansia di daerah tersebut.

Png-20230831-120408-0000

“Paling dominan warga dengan mobilitas tinggi. Kita lihat setahun ini angkanya cukup tinggi. Bahkan, karantina di rumah dinas juga banyak warga usia produktif,” pungkasnya.(nda/lut)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *