Minat Masyarakat Lanjut Usia di Jepara untuk Vaksinasi Rendah

VAKSINASI: Sejumlah lansia saat di vaksin tahap 1 di gedung PPSLU Potroyudan Sunu Ngesti Tomo. (ADHIK KURNIAWAN/LINGKAR)
VAKSINASI: Sejumlah lansia saat di vaksin tahap 1 di gedung PPSLU Potroyudan Sunu Ngesti Tomo. (ADHIK KURNIAWAN/LINGKAR)

JEPARA, Lingkar.co– Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menjalankan program vaksinasi masyarakat lanjut usia (lansia) selama dua pekan lebih. Sayangnya, ternyata minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi masih rendah.

Kepala DKK Jepara Mudrikatun mengatakan, untuk menyukseskan vaksinasi di kalangan lansia itu, pihaknya berinisiatif untuk jemput bola. Pihaknya telah mengintruksikan kepada para tenaga vaksinasi di seluruh wilayah Jepara melaksanakan vaksinasi di tengah-tengah masyarakat langsung.

Baca Juga:
Vaksinasi Lansia Terkendala, Gus Yasin : permasalahnya apa?

“Saya sudah intruksikan untuk membuka layanan vaksinasi di balai desa. Misalnya, waktu itu saya cek sendiri di Balai Desa Balong, Kecamatan Kembang,” ujar Mudrikatun

Mudrikatun menyebutkan, progres vaksinasi untuk lansia pada data 31 Maret 20201 sudah menyentuh angka 6,5 persen. Atau, dari sasaran lansia sebanyak 124.07 orang, yang sudah mendapat vaksin dosis pertama baru 7.997 lansia. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis kedua baru 27 orang

”Jadi kami pakai cara mirip kegiatan Posyandu di desa-desa. Karena, kalau menunggu di Puskesmas, yang datang hanya dua atau tiga orang,” ungakapnya

Baca Juga:
Genjot Vaksinasi dan Pemulihan Ekonomi

Lanjutnya, pihaknya menjelaskan bahwa menjaga vaksin tidaklah mudah. Harus di tempat khusus. Selain itu, misalnya dalam satu botol dosis hanya akan bisa bertahan maksimal tiga jam dari pertama kali membuka segel. Padahal, satu vial atau botol harus bisa tersuntikkan kepada sepuluh orang.

Png-20230831-120408-0000

Mudrikatun menambahkan, melihat animo lansia yang minim, beberapa persoalan tersebut menjadi sangat mengganggu target vaksinasi. Untuk itu, sebelum membuka segel botol vaksin, petugas vaksinator harus menyiapkan sepuluh lansia.

”Kami akan terus berusaha mencapai target vaksinasi yang sudah kami ditentukan,” pungkas dia.(dik/lut)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *