Wisata  

Abu Nafi Mengimbau Kepada Masyarakat untuk Lestarikan Kesenian Tradisional

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Abu Nafi/Foto: Lilik Yuliantoro
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Abu Nafi/Foto: Lilik Yuliantoro

Lingkar.co – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Abu Nafi meminta semua masyarakat terus mempertahankan kesenian tradisional.

Dengan begitu, kaum muda bisa ikut mengenal dengan baik kesenian di daerahnya.

Hal tersebut disampaikanya saat kegiatan Sosialisasi Kebijakan Melalui Media Tradisional (Metra) dengan mengambil tema “Seni Budaya Sebagai Perangkat Kebhinikaan Bangsa” yang digelar di Gedung NU, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, pada Minggu, (30/04/2023) pagi.

“Saya, berharap masyarakat dan para awak media bisa ikut membantu mengenalkan dan melestarikan kesenian tradsional yang ada saat ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebudayan merupakan acara yang dinamis dan selektif.

Selain itu kebudayaan berfungsi untuk mengatur manusia dalam bertingkah laku, menjaga dengan baik kebudayaan lokal sebagai upaya untuk mempertahankan identitas bangsa, menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara.

Png-20230831-120408-0000

“Seni budaya merupakan hal penting bagi kehidupan masa depan berbangsa dan bernegara, generasi penerus serta dapat memupuk rasa nasionalisme. Jangan mudah terpengaruh dan tidak mudah untuk di masuki oleh budaya asing,” ungkapnya.

Menurutnya, begitu banyak warisan budaya yang mendunia di antaranya Angklung, Wayang Kulit, Batik, Reog, Seni Ukir, Seni Grabah dan masih banyak lagi kesenian yang perlu kita jaga.

“Mari jaga, lestarikan dan pertahankan, serta kita tingkatkan agar tidak hilang di era modern dan era global seperti saat ini,” terangnya.

Anggota DPRD Komisi B Provinsi Jawa Tengah dari partai PPP itu pun berharap melalui seni dapat menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, dan dapat meningkatkan perekonomian seniman dan seniwati yang ada di Blora pada khususnya.

“Setiap seni pasti mempunyai kebudayaan yang khas, begitupun sebaliknya setiap kebudayaan pasti memiliki nilai seni yang begitu indah dan tak ternilai harganya,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya pun kembali mengajak masyarakat, dengan mempelajari seni dan budaya akan dapat memupuk rasa nasionalisme, anak bangsa dan kecintaan terhadap Indonesia.

“Dengan mengetahui berbagai macam jenis jenis budaya dimasa lalu dan agar dapat melestarikannya di masa mendatang,” bebernya kembali.

Perlu diketahui acara tersebut dimeriahkan oleh angklung jalaanan New Arles, seni tari tradisional dari Sanggar Tari Sekar Melati.

Dalam sosialisasi kebijakan ini, mendatangkan nara sumber dari Dinas Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Anjar, serta Sumiran Selaku anggota DPR RI dapil Blora.

Dalam kesempatan itu pula, Abu Nafi juga menyempatkan diri melakukan diskusi dengan para palaku seni agklung yang kesehariannya melakukan pentas di Jalan Pemuda, Blora. 

Politisi senior dari partai bergambar ka’bah itu menambahkan, upaya melestarikan budaya leluhur bangsa, para seniman tetap eksis dan bisa di nikmati masyarakat umum, seperti hadirnya perjuangan seniman jalanan.

“Saya, sangat menghormati perjuangan seniman-seniman di jalanan Blora, berikanlah kesempatan bagi mereka untuk tampil dan dikenal melalui berbagai media,” tandasnya.

Sementara narasumber dari Dinporabudpar Blora, Anjar mengatakan sebagai wujud pelestarian sebagai generasi penerus, bersama sama menjaga dan melestarikan kebudayaan. Kesenian masuk di dalam konstalasi budaya secara umum.

“Seni adalah rumah dan budaya adalah pintunya,” imbuh Anjar.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *