Berita  

AMANAT Lasem Menolak Pembongkaran Pagar dan Makam Masjid Lasem

Aliansi Masyarakat Santri (AMANAT) Lasem tolak pembongkaran pagar. Akid Aunulhaq/LINGKAR.CO
Aliansi Masyarakat Santri (AMANAT) Lasem tolak pembongkaran pagar. Akid Aunulhaq/LINGKAR.CO

REMBANG, Lingkar.co – Aliansi Masyarakat Santri (AMANAT) Lasem menolak pembongkaran pagar masjid jami’ lasem. Penolakan ini di lakukan dengan pemasangan spanduk, Kamis (19/5/2022).

Spanduk tersebut bertuliskan “ Jangan Bongkar Masjid Kami!! Jangan Jadikan Area Makam Lahan Parkir!! di halaman masjid.

Baca Juga :
Penerimaan Sampah TPA Temurejo Meningkat, Bukti Masyarakat Blora Peduli Kebersihan

Namun, spanduk telah di copot oleh oknum lalu AMANAT Lasem kemudian kembali memasang spanduk hari ini (20/05/22).

“Ini kami pasang tadi malam, tapi paginya sudah hilang. Sore ini kami pasang lagi” ujar Supriyanto, koordinator aksi.

H. Slamet ketua umum AMANAT Lasem menyampaikan bahwa aliansi menolak pembangunan di area wakaf masjid. Terutama bagian pagar dan lahan parkir yang semula adalah area makam.

“Kami mengecam keras masih di lakukannya pembangunan lahan parkir dan pertokoan di area maqbaroh (makam)  di sebelah barat masjid jami’ Lasem,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan area makam merupakan tanah wakaf yang peruntukanya sebagai pemakaman keluarga adipati pangeran Tejokusumo.

Keluarga mbah sambu  (sayyid abdurrahman) dan para jamaah masjid jami’  lasem. Makam tersebut menjadi salah satu peninggalan pusaka bersejarah yang harus di jaga dan dirawat secara bersama-sama.

Selain area makam aliansi masyarakat santri lasem juga menuntun agar pagar masjid tidak dibongkar.

Alasanya agar tetap ada pembatas yang jelas antara area masjid dan yang bukan area masjid.

“Soal pagar kami juga mengecam keras pembongkaran pagar halaman depan masjid jami’ lasem. Karena pembongkaran ini berakibat menyatunya masjid sebagai tempat ibadah dengan alun-alun sebagai tempat umum. Sehingga berakibat berlalu lalang masyarakat umum berjalan memasuki area masjid”. Ungkap Ketua AMANAT ini.

Dua tuntutan tersebut telah di sampaikan kepada pihak takmir masjid dan dinas terkait.

Untuk area makam agar di gunakan sebagai ruang terbuka hijau. Sedangkan untuk pagar masjid agar tetap di buatkan pagar tembok.

Penulis : Akid Aunulhaq

Editor : Muhammad Nurseha

Respon (1)

  1. komunikasi masyarakat dengan pihak terkait tentang tersebut di atas telah dilakukan setahun lebih ug lalu, namun hanya janji janji, ternyata tidak terakomodasi, sehingga menyisakan masalah seperti tertulis dalam laman ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.