Berita  

Antisipasi Banjir, DPUTR Pati Siapkan 8.000 Sandbag

Kabid Sumber Daya Air DPUTR Pati, Sudarno. Miftahus Salam/Lingkar.co
Kabid Sumber Daya Air DPUTR Pati, Sudarno. Miftahus Salam/Lingkar.co

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) telah menyiapkan ribuan sandbag untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah yang berjuluk Bumi Mina Tani ini.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kabupaten Pati Sudarno mengatakan bahwa setiap musim hujan sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani dilanda bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang.

Untuk mengantisi itu, pihaknya saat ini telah menyiapkan sekira 8.000 sandbag dan alat berat jika nanti sewaktu-waktu terjadi banjir bandang.

“Dalam jangka waktu satu tahun ini saat terjadi bencana kita siapkan 8.000 sandbaag untuk antisipasi bencana. Itu juga sudah kami sampaikan di BPBD. Kami juga sudah siap, alat-alat seperti sandback dan bego,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/1/2024).

Ribuan sandbag tersebut, katanya, sudah disebar di wilayah yang berpotensi dilanda bencana alam. Agar sewaktu-waktu terjadi bencana sudah siap digunakan.

“Kita taruh di UPT masing-masing, yaitu di Kayen, Wedarijaksa, dan Tayu,” kata Kabid SDA DPUTR itu.

Png-20230831-120408-0000

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti masalah sampah. Menurutnya, tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan menjadi pemicu terjadinya bencana banjir.

“Termasuk juga kami menangani masalah sampah di sungai. Beruntung kami punya alat bego untuk mengeruk sampah. Makanya kita bersama-sama menangani kebencanaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, karena anggaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sangat terbatas, pihaknya mengajak Pemerintah Desa (Pemdes) agar mengalokasikan anggaran penanganan bencana.

“Kebencanaan kan ranahnya BPBD, tapi tetap tidak bisa ditangani sendiri dan harus bersama instansi terkait. Makanya terkait anggaran, karena kami tidak punya anggaran untuk itu. Kamu usulkan tiap desa yang berpotensial bencana untuk menganggarkan dana kebencanaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan wilayah Pati Selatan sangat berpotensi dilanda bencana banjir bandang.

“Penyebabnya adalah terjadi kerusakan di daerah tangkapan hujan. Di mana wilayah hutan sudah beralih fungsi menjadi tanaman semusim, seperti tanaman jagung. Bahkan di Sukolilo juga ada galian C di sana,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (4/1/2024).

Bahkan, di akhir tahun lalu di mana curah hujan belum tinggi sudah terjadi banjir bandang di Kecamatan Sukolilo dan Tambakromo.

“Kemarin di tanggal 27 November 2023 sudah ada banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Angkatan Lor dan Angkatan Kidur, Kecamatan Tambakromo. Kemudian di tanggal 5 Desember 2023 juga terjadi banjir di Kecamatan Sukolilo, yang menyebabkan kerusakan tebing sungai, dan ada beberapa yang memakan badan jalan,” bebernya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *