Lingkar.co – Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kota Pekalongan yang baru terbentuk pada Januari 2026 langsung menggeber aksi sosial dengan menggelar Aksi Sosial Pasar dan Pangan Murah ‘Rukun’ di kawasan Taman Slamaran Indah RT 01 RW 09, Kota Pekalongan Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang tepat di saat sejumlah kebutuhan mahal membuat warga Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara menyambut dengan penuh antusias.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai layanan sosial ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Pekalongan, H. A Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf.
Usai membuka kegiatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa aksi sosial yang digagas BAMAGNAS merupakan bentuk nyata kepedulian lintas elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Luar biasa dari BAMAGNAS mengadakan bakti sosial di Kelurahan Krapyak kali ini. Ada sembako, pakaian layak pakai gratis, potong rambut, pijat gratis, pengobatan gratis, hingga bantuan untuk anak-anak stunting seperti susu dan telur,” ujar Aaf.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di lapangan, termasuk persoalan stunting yang masih menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah anak stunting di Kelurahan Krapyak masih mencapai sekitar 108 anak.
Wali Kota Aaf menegaskan pentingnya peran masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.
“Jangan takut untuk periksa di puskesmas, karena itu gratis. Ibu hamil minimal empat kali selama sembilan bulan harus melakukan pemeriksaan,” imbuhnya.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, yang melibatkan berbagai pihak tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.
“Inilah Kota Pekalongan yang sesungguhnya. Kita tidak memandang perbedaan, yang penting saling membantu. Kalau perlu gotong royong, kita gotong royong. Kalau perlu koordinasi, kita lakukan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menilai animo masyarakat terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Bahkan sebelum acara resmi dimulai, warga sudah memadati lokasi kegiatan.
“Saya datang sebelum jam sembilan saja sudah ramai. Ini menunjukkan antusias masyarakat sangat tinggi. Apalagi hari Jumat ini hari yang baik, insyaallah membawa berkah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD BAMAGNAS Kota Pekalongan, Pdm. Otniel Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan aksi sosial perdana yang diselenggarakan BAMAGNAS sejak terbentuk pada Januari 2026.
“Kegiatan ini bagian dari visi kami untuk menjadi berkat bagi kota tanpa embel-embel apa pun. Ini murni dari 19 gereja yang bersatu, iuran bersama, dan bekerja bersama,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, BAMAGNAS menyediakan paket sembako murah yang dapat ditebus masyarakat seharga Rp50.000 dari harga normal Rp75.000. Paket tersebut berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng 0,8 liter, gula, dan mie instan. Selain itu, tersedia pula telur dengan harga Rp5.000 untuk empat butir.
“Tak hanya itu, BAMAGNAS juga memberikan bantuan khusus bagi anak-anak stunting berupa susu, telur rebus, dan bubur kacang hijau, berdasarkan data yang diperoleh dari pihak kelurahan. Berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan umum dan cek gula darah juga disediakan secara gratis,”ungkapnya.
Otniel menambahkan, kegiatan ini melibatkan 19 gereja anggota BAMAGNAS serta didukung oleh sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha lokal. Ia memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan di wilayah lain di Kota Pekalongan.
“Kami berkomitmen untuk terus melayani masyarakat, tidak hanya melalui bakti sosial, tetapi juga dalam berbagai bentuk kegiatan lainnya ke depan,” ujarnya.
Salah satu warga, Ponco Retno, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga Slamaran. Tadi Saya belanja sembako hanya dengan Rp50.000 sudah dapat beras, minyak, gula, dan mie. Selisihnya lumayan banyak dengan warung maupun di pasaran,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Harapannya ke depan bisa diadakan lagi,” pungkasnya. (*)








