Lingkar.co – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memberangkatkan 22 relawan dan bantuan logistik tahap pertama untuk korban bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026) sore. Bantuan dari warga NU se-Jateng tersebut sudah dipastikan tepat sasaran.
“Kami sudah mendapatkan data yang dibutuhkan karena sudah melakukan asesmen. Insya Allah bantuan dari warga NU untuk Aceh tepat sasaran,” kata Ketua NU Peduli Jateng, KH Mandzhur Labib seusai apel pemberangkatan relawan di halaman kantor PWNU Jateng, Jl dr Cipto No.180, Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.
Pengasuh Pesantren Sabilunnajah Desa Penjalin Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Iki melanjutkan, tujuan kegiatan NU Peduli adalah untuk memberikan dukungan kemanusiaan yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak di wilayah Aceh melalui pendekatan pemberdayaan komunitas.
Oleh karena itu, kata dia, fokus bantuan kemanusiaan sebagaimana hasil asesmen. Yakni memberikan fasilitas umum (Fasum) untuk beribadah dan belajar ilmu agama.
“Fokusnya pada pembangunan TPQ/TPA, meunasah/mushala dan masjid, madrasah atau sekolah, dayah atau pesantren dan fasilitas umum lain di lokasi terdampak,” terang Gus Mandzhur.
Selain memberikan bantuan pemulihan berupa fasum, NU Peduli Jateng juga membawa bantuan berupa barang seperti sarung, mukena, pakaian baru dan sebagainya.
Tak hanya itu, lanjutnya, tim NU Peduli Jateng juga akan melaksanakan psikososial support program untuk membantu proses pemulihan psikis korban terdampak bencana.
Sejalan dengan hal itu, tenaga relawan yang bertugas memiliki latar belakang keahlian pertukangan seperti tukang kayu dan tukang batu, tukang batu, dan teknisi listrik, serta tenaga trauma healing.
Ia bilang, untuk mendukung misi kemanusiaan di Aceh, tim NU Peduli Jateng juga membawa motor trail, mobil pikap dengan kabin ganda (double cabin), mobil ambulans, serta sejumlah set peralatan yang mendukung.
Adapun titik lokasi berada di Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
“Untuk saat ini hanya itu saja yang bisa kami laporkan, mohon doa dan dukungan dari semua pihak, semoga kegiatan dapat berjalan terukur dan mencapai target yang diharapkan,” pintanya.
Sebagai informasi, pelepasan secara seremonial oleh KH Ubaidillah Shadaqah setelah memimpin doa penutup apel. Dalam kesempatan itu, Ketua Lazisnu Jateng, Muhammad Mahsun juga menerima bantuan uang sebesar Rp32 juta secara simbolis dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat








