Berita  

Brigade Pangan Dorong Petani Rembang Berani Tanam di MT 2 dan MT 3

Brigade Pangan bantu petani di Rembang. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengandalkan Brigade Pangan untuk menjaga stabilitas produksi pangan daerah, khususnya pada musim tanam MT 2 dan MT 3 yang selama ini dianggap berisiko karena kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyebut Brigade Pangan menjadi solusi agar petani tetap berani menanam.

“Tugas Brigade Pangan adalah memastikan produksi pangan kita tetap aman dalam kategori swasembada pangan. PR kita ada di MT 2 dan MT 3 karena kekurangan air, sehingga petani tidak berani mengambil risiko tanam. Di situlah Brigade Pangan mengambil peran untuk membantu petani mengoptimalkan lahan,” katanya, Selasa (13/1/2026).

Selama ini, katanya, keterbatasan pengairan membuat sebagian petani mengurangi aktivitas tanam pada MT 2 dan MT 3. Melalui pendampingan Brigade Pangan, petani kini mendapat dukungan mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit, hingga penanaman, sehingga lebih siap menghadapi musim tanam.

Divisi Pembibitan dan Operator Brigade Pangan Wilayah Tengah, Muhamad Winardi, mengatakan Brigade Pangan dibagi dalam tiga wilayah kerja: barat, tengah, dan timur, masing-masing dengan 15 personel.

“Ada dua skema layanan yang dapat dimanfaatkan petani. Pertama, lahan dikelola sepenuhnya oleh Brigade Pangan tanpa biaya awal dengan pembagian hasil panen sebesar 30 persen untuk pemilik lahan. Kedua, petani dapat memilih layanan tertentu dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan pengolahan mandiri,” jelasnya.

Ia mencontohkan layanan di Ketanggi, di mana Brigade Pangan membantu pembibitan dan penanaman di lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Contohnya di Ketanggi, kami membantu pembibitan dan penanaman di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan biaya Rp350 ribu. Ini lebih hemat dan biaya operasional petani menjadi lebih irit,” ujarnya.

Pada MT 1 tahun ini, katanya, permintaan layanan Brigade Pangan meningkat, terutama untuk penyediaan bibit dan penanaman. Kondisi ini dipicu banyaknya bibit di lapangan yang menua meskipun pasokan air melimpah.

“Sekarang air memang melimpah, tetapi bibit sudah menua. Peran Brigade Pangan menyediakan bibit dan membantu penanaman. Dalam 15 hari ke depan, kami akan membantu petani di Mondoteko,” pungkasnya. (*)