DEM Semarang Munculkan “Three Mas Hendi” untuk Inspirasi Generasi Muda

  • Bagikan
Three Mas Hendi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi), WR IV UNNES Dr. Hendi Pratama, Pemilik kebab Baba Rafi Hendy Setiono di acara Pemimpin Muda Di Zaman Baru, Kamis (23/12/2021). MUHAMMAD NURSEHA/LINGKAR.CO
Three Mas Hendi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi), WR IV UNNES Dr. Hendi Pratama, Pemilik kebab Baba Rafi Hendy Setiono di acara Pemimpin Muda Di Zaman Baru, Kamis (23/12/2021). MUHAMMAD NURSEHA/LINGKAR.CO

SEMARANG, Lingkar.co – Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Semarang memunculkan 3 tokoh dalam acara “Pemimpin Muda di Zaman Baru” untuk menginspirasi generasi muda. 3 Tokoh Three Mas Hendi tersebut adalah WR IV Unnes Dr. Hendi Pratama sebagai Akademisi, Hendrar Prihadi Sebagai Pejabat Publik, dan pebisnis sukses Hendy Setiono.

Menurut Presiden DEM Semarang Didik menyatakan bahwa pihaknya mengundang Three Mas Hendi ini untuk memberikan inspirasi bagi generasi muda. Menurut Didik, ketiga orang tersebut merupakan Pemimpin-pemimpin sukses sesuai dengan bidangnya.

“DEM memang sebenarnya lebih berkonsentrasi terhadap sumber daya energi. Namun, sebelum DEM menuju kesana alangkah baiknya kita benahi dulu sumber daya manusianya. Tujuannya agar generasi muda dapat terinspirasi dari tokoh-tokoh ini dan bisa lebih aware kepada lingkungan,” kata didik kepada Lingkar.co Kamis (23/12/2021).

Hendi pertama dalam acara tersebut  adalah Wakil Rektor IV Universitas Negeri Semarang (UNNES) Dr. Hendi Pratama. Dia menyatakan bahwa generasi muda harus memiliki passion untuk cita-citanya.

“Kalian harus punya passion untuk mendapatkan keinginan kalian. Saya sebagai dosen ya harus punya passion untuk mengajar mahasiswa saya. Meskipun ada juga dosen yang gak ber-passion, bukannya mengajar malah curhat di kelas,” kata dosen yang juga aktif di medsos itu.

Hendi Pratama menambahkan bahwa passion tidak melulu sesuai dengan dasar keilmuan yang sedang atau telah dipelajari. Namun, dapat dibentuk mengikuti dengan keinginan yang akan dicapai.

“Banyak kejadian orang sukses itu waktu SMA masuk IPS, kuliah ambil jurusan geografi, tapi waktu bekerja jadi salesman. Nah, jadi sales itukan sebenarnya bukan passion dia. Tapi karena keadaan untuk mencukupi hidup akhirnya jadi sales. Suatu saat orang tersebut sukses, dia akan menceritakan bahwa salesman adalah passionnya,” ungkapnya.

Hendi Pratama juga sangat mengapresiasi DEM Semarang karena meberikan suatu acara yang dapat mempertemukan kembaran namanya.

Lebih Baik Berbeda Daripada Mengejar yang Terbaik

Pada kesempatan yang sama, pebisnis sukses kebab Baba Rafi, Hendy Setiono memberikan tips untuk para generasi muda untuk lebih kreatif. Hendy menjelaskan bahwa menjadi berbeda itu lebih baik daripada harus mengejar untuk menjadi yang terbaik.

Be different than be the best. Kan nggak cuman saya saja yang jualan kebab, banyak ‘bakul-bakul’ kebab lainnya. Saya akhirnya harus lebih kreatif untuk memberikan perbedaan dari kebab yang saya jual hingga saya bisa membuka gerai-gerai saya di banyak tempat,” jelas Hendy.

Baca Juga:
Usai Revitalisasi, Pasar Senggol Solo Kembali Aktif

Hendy juga menambahkan selain berbeda dia juga memberikan excellent service kepada para pelanggannya agar mau repeat order.

“Berbeda saja tidak cukup kalau kita tidak memberikan excellent service. Tanpa servis yang memuaskan pelanggan tidak akan Kembali ke outlet kita dong,” katanya.

Pengusaha muda sukses ini juga berbagi pengalamannya bagaimana awal memulai sebuah usaha yang baik dan benar.

“Tidak semua usaha itu capitalnya berbentuk uang. Kita juga harus memiliki Skill yang mumpuni untuk dapat membuat usaha itu semakin besar dan sukses,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Hendy, investasi itu tidak melulu soal modal secara finansial saja. Skill yang baik juga merupakan sebuah investasi yang penting untuk generasi muda miliki.

“Dan pendidikan itu adalah sebuah investasi besar yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda untuk bisa lebih sukses,” timpal WR IV UNNES Dr. Hendi Pratama.

Hendrar Prihadi: Investasi Nama, Hal Mudah tapi Sulit Dilakukan

Sementara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi menyatakan bahwa investasi nama merupakan hal mudah yang sulit dilakukan. Dia menyatakan hal tersebut saat membuka pembicaraannya di acara “Pemimpin Muda di Zaman Baru” di Balaikota Semarang tersebut.

“Jadi waktu jaman kuliah itu saya baru menyadari bahwa investasi nama adalah hal yang penting, mudah tapi paling sulit dilakukan,” katanya.

Hendi melajutkan bahwa investasi nama itu adalah bagaimana kita dapat selalu berbuat baik kepada sekeliling kita agar dapat membentuk sebuah jaringan. Dan akhirnya jaringan tersebut nantinya dapat menjadi sebuah jaringan yang kokoh dan kuat.

Hendi menjelaskan awal mula nama Hendi tersemat padanya meskipun dalam nama aslinya tidak menyebutkan nama Hendi.

“Jadi nama Hendi ini sebenarnya tidak ada dalam KTP atau KK saya. Hanya karena seluruh keluarga saya seluruhnya ada nama Hendrar itu dapat membingungkan teman-teman saya kalau main. Lalu, orang tua saya sejak kecil memanggil saya Hendi, dan akhirnya saya bisa mengisi acara hari ini, hehe,” ungkap Walikota Semarang dua periode tersebut.

Kiat Generasi Muda Menghadapi Masa Bonus Demografi

Dalam acara inisiasi DEM Semarang tersebut Three Mas Hendi ini berpesan kepada para generasi muda untuk dapat lebih kreatif mengingat Indonesia sedang dalam bonus demografi. Dalam hal ini usia produktif lebih banyak daripada usia kelahiran dan usia kematian.

“Jadi dalam masa bonus demografi seperti sekarang generasi muda jangan hanya berfokus untuk menjadi pekerja. Tapi harus memiliki jiwa entrepreneurship yang baik dan kritis,” ungkap Hendi Walikota Semarang.

“Pemuda harus kreatif, bonus demografi kali ini dibarengi dengan digital transformation. Jadi jangan hanya dilihat dari kuantitasnya, namun kualitasnya juga. Nah, generasi muda sekarang sudah pada punya skill atau belom? Lapangan pekerjaan sekarang semakin luas dan beragam. Utamanya di dunia digital,” kata WR IV UNNES Dr. Hendi Pratama.

“Dari perspektif ekonomi bonus demografi kali ini harus ada perubahan mindset generasi muda untuk mencintai dan membeli produk dalam negeri. Sekarang kan banyak itu brand-brand luar yang masuk ke Indonesia, nah kita bisa mulai dengan membeli brand lokal atau jualannya temannya sendiri minimal,” ucap Hendy Setiono.

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor: Muhammad Nurseha

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *