Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat kendaraan yang tidak dalam kondisi prima selama perjalanan mudik.
Sebagian posko juga dilengkapi dengan fasilitas menginap sementara bagi pemudik yang kelelahan atau melakukan perjalanan pada malam hari.
Fasilitas ini disediakan sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas akibat pengendara yang memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk.
Para relawan Banser yang berjaga juga aktif memberikan informasi kondisi jalur mudik, termasuk titik rawan kemacetan, kecelakaan, maupun jalur alternatif yang dapat dilalui pemudik.
Informasi tersebut menjadi panduan penting bagi pemudik untuk menentukan rute perjalanan yang lebih aman dan lancar menuju kampung halaman.
Sebaran posko mudik Ansor di Jawa Tengah cukup luas, mulai dari jalur pantai utara, jalur tengah, hingga jalur selatan yang menjadi rute utama para pemudik.
Beberapa daerah dengan jumlah posko terbesar antara lain Kabupaten Banyumas dengan 27 posko, Kabupaten Brebes 19 posko, Kabupaten Tegal 18 posko, Kabupaten Pemalang 17 posko, serta Kabupaten Batang dan Wonosobo yang masing-masing memiliki 16 posko.
Sementara itu, di kota-kota besar juga tersedia posko mudik Ansor, seperti di Semarang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, dan Tegal.
Dengan total 267 posko yang tersebar di berbagai jalur perjalanan, para pemudik diharapkan dapat dengan mudah menemukan tempat singgah ketika membutuhkan istirahat atau bantuan.
Siaga 24 Jam
Keberadaan ratusan posko tersebut tidak lepas dari kerja keras ribuan relawan Ansor dan Banser yang secara sukarela bertugas selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Mereka berjaga secara bergiliran selama 24 jam untuk memastikan setiap pemudik yang datang mendapatkan pelayanan terbaik.
Semangat pengabdian inilah yang menjadi ciri khas kader Ansor dan Banser selama puluhan tahun dalam membantu masyarakat di berbagai momentum, termasuk saat arus mudik Lebaran.
Melalui program ini, PW GP Ansor Jawa Tengah berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar hingga sampai ke kampung halaman masing-masing.
Lebih dari sekadar posko singgah, ratusan posko mudik Ansor tersebut menjadi simbol nyata bahwa semangat pelayanan dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat sebuah wujud khidmah kader Ansor dan Banser untuk umat dan bangsa. (*)
Penulis: Husni Muso








