DPC PPP Rembang Bareng Partai Pengusung Kawal Janji Politik Hafidz-Hanies

  • Bagikan
SAMBUTAN: Plt. Ketua DPC PPP Rembang memberikan arahan saat doa bersama atas pelantikan Abdul Hafidz dan Gus Hanie sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rembang Selasa (16/3/2021).(MUHAMMAD AKID/LINGKAR.CO)
SAMBUTAN: Plt. Ketua DPC PPP Rembang memberikan arahan saat doa bersama atas pelantikan Abdul Hafidz dan Gus Hanie sebagai Bupati dan Wakil Bupati Rembang Selasa (16/3/2021).(MUHAMMAD AKID/LINGKAR.CO)

REMBANG, Lingkar.co– Dewan Pimpinan Cabang  Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Rembang menyelenggarakan acara doa bersama atas pelantikan H. Abdul Hafidz dan H. Mochamad Hanies Cholil Barro’ sebagai bupati dan wakil bupati terpilih. Hadir dalam kegiatan tersebut, komponen partai koalisi di aula Kantor DPC PPP Kabupaten Rembang Selasa (16/3/2021).

 Plt. Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang Zaimul Umam NS berpesan, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati ini merupakan langkah awal. Untuk menjalankan amanah yang telah rakyat kembali berikan terutama kepada Hafidz menjadi mempimpin Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

 “Ini merupakan awal, semua harus diawali dengan doa. Amanah rakyat harus kita jaga,” kata pria yang akrab disapa Gus Umam di hadapan partai koalisi.

Menurut Umam, doa bersama ini sebagai bentuk rasa syukur atas lancarnya proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rembang setelah melalui putusan Mahkamah Konstitusi. “Ini sebagai wujud syukur karena semua proses berjalan sesuai harapan kami,” terangnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Umam ini juga mendoakan serta mengharapkan dukungan dari semua pihak agar pasangan Bupati Abdul Hafidz -Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro’diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan semua program yang telah menjadi visi misi pembangunan Kabupaten Rembang.

Politisi PPP ini juga meminta semua elemen partai PPP sebagai pengusung untuk konsisten mengawal program dan janji-janji politik sampai akhir periode jabatan. Terakhir Gus Umam menyampaikan permohonan maaf jika ada pembatasan jumlah orang yang turut serta doa bersama karena menyesuaikan dengan ketentuan protokol kesehatan.

“Kedepan kita semua harus bersinergi agar semua visi-misi berjalan. Kita juga harus kawal bersama sampai akhir periode,” pungkasnya.(kid/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.