Evaluasi PPKM Darurat; Jateng, Jabar, Banten, Jadi Fokus Percepatan Vaksinasi

  • Bagikan
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat rapat evaluasi PPKM Darurat secara daring. FOTO; Tangkapan layar Youtube Setpres/Lingkar.co
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat rapat evaluasi PPKM Darurat secara daring. FOTO; Tangkapan layar Youtube Setpres/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan evaluasi PPKM Darurat dengan meminta jajarannya untuk memfokuskan percepatan vaksinasi pada tiga di provinsi di Pulau Jawa dengan jumlah suntikan yang masih rendah.

Presiden berharap dengan percepatan vaksinasi di tiga wilayah ini, kekebalan komunal di Pulau Jawa dapat segera terbentuk. Hal tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi PPKM darurat sejak 3 Juli lalu.

“Menurut saya tiga, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten, karena ini baru 12 persen. Jawa Barat baru 12 persen, Jawa Tengah 14 persen, Banten 14 persen, sehingga Jawa segera masuk ke herd immunity, Jadi, kita harapkan di bulan Agustus akhir atau paling lambat pertengahan September,” ucap Presiden, saat memimpin rapat terbatas melalui konferensi video mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/7/2021), pantauan dari Youtube Setpres, Sabtu (17/7/2021).

Sebelumnya, pemerintah mendahulukan percepatan vaksinasi di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Bali. Hingga saat ini, penyuntikan di kedua provinsi tersebut telah mencapai lebih dari 70 persen dosis vaksin.

Presiden memperkirakan pada bulan Agustus kekebalan komunal mulai terbentuk di DKI Jakarta dan Bali.

“Bali sudah 81 persen dosis vaksin yang sudah disuntikkan. DKI Jakarta sudah 72 persen. Ini saya kira bulan Agustus sudah selesai, masuk ke herd immunity,” kata Presiden.

Baca Juga:
PUPR DIY Targetkan 1711 Pegawai dan Keluarganya Tervaksin

PERCEPAT VAKSINASI DENGAN MENGHABISKAN STOK

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi dengan menghabiskan stok vaksin yang tersedia.

Presiden minta Menkes mengecek kembali stok vaksin baik di Bio Farma, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), maupun di daerah.

“Oleh sebab itu, saya minta kepada Menteri Kesehatan untuk disampaikan sampai organisasi terbawah bahwa tidak ada stok untuk vaksin. Artinya, dikirim langsung habiskan, kirim habiskan, kirim habiskan, karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan salah satu kunci dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah dengan percepatan vaksinasi. Stok vaksin hanya tersedia di Bio Farma, sehingga stok di tempat lain segera dihabiskan agar penyuntikan vaksin lebih cepat.

“Sekali lagi, tidak usah ada stok. Stoknya itu yang ada hanya di Bio Farma. Yang lain-lain cepat habiskan, cepat habiskan, sehingga ada kecepatan. Karena kunci, salah satu kunci kita menyelesaikan masalah ini adalah kecepatan vaksinasi, ini sesuai yang juga disampaikan oleh Dirjen WHO,” tegasnya. *

Penulis : M. Rain Daling
Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!