Gelar Budaya Kesenian Jaran Kepang PW GMPI Jateng Bareng WMSB Songsong Harlah Ke-30

Ketua Lembaga Pers PW GMPI Jateng Kharen Puja Risma (kiri), Sekwil Farid Masduqi (tengah) dan Ketua Paguyuban Jaran Kepang Wahyu Manunggal Setyo Budoyo di Gelaran budaya dalam rangka Harlah Ke-30 GMPI, di Kendal. Foto: Nurseha
Ketua Lembaga Pers PW GMPI Jateng Kharen Puja Risma (kiri), Sekwil Farid Masduqi (tengah) dan Ketua Paguyuban Jaran Kepang Wahyu Manunggal Setyo Budoyo di Gelaran budaya dalam rangka Harlah Ke-30 GMPI, di Kendal. Foto: Nurseha

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia Jawa Tengah (PW GMPI Jateng) menggelar pentas budaya jaran kepang dalam rangka songsong hari lahir (harlah) GMPI.

Sekertaris Wilayah PW GMPI Jateng, Farid Masduqi mengungkapkan pemuda memiliki tanggung jawab melestarikan budaya.

“Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Sehingga memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budayanya. Ini penting agar pemuda tau identitasnya, tidak melupakan sejarah kulturnya,” kata Farid pasca acara di Dusun Pesanggrahan, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Farid mengaku berbangga melihat grup kesenian jaran kepang Wahyu Manunggal Setyo Budoyo (WMSB) yang mayoritas beranggotakan kalangan pemuda.

“WMSB ini membanggakan, anggotanya kebanyakan anak muda, Gen Z, dan peduli dengan budaya. Mau melestarikan dan sangat bertalenta,” ungkapnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Untuk itu, lanjut dia, PW GMPI Jateng Bekerjasama dengan WMSB dalam rangka melestarikan budaya di bulan kelahiran GMPI.

Png-20230831-120408-0000

“Oktober itu bulannya pemuda, bulan sumpah pemuda dan bulan lahirnya GMPI. Dalam rangka harlah ke-30 mari kita lestarikan budaya,” pungkas Farid.

Sementara itu Ketua Lembaga Pers GMPI, Kharen Puja Risma, mengungkapkan jika grup jaran kepang WMSB ini merupakan binaan dari GMPI Jateng.

“WMSB ini grup kesenian yang masuk dalam binaan dari GMPI Jateng. Memang usianya masih seumur jagung, namun semangatnya tidak kalah dengan yang sudah lama terbentuk,” kata Kharen.

Menurut Kharen, nantinya akan ada gelaran festival budaya dengan skala lebih besar lagi kedepannya.

“Hari ini hanya pemantik saja untuk event-event budaya kedepannya. Kami sedang menggodog festival budaya dengan skala yang lebih besar dalam waktu dekat ini. Bismillah ya,” ungkapnya.

Kharen juga mengatakan WMSB ini menjadi penawar gelombang tren budaya dari luar.

“WMSB ini anggotanya anak muda yang peduli dengan budaya. Hal ini dapat menjadi penawar dari maraknya gelombang tren budaya luar negri. Sehingga WMSB ini nantinya dapat terus melestarikan dan menggaungkan budaya asli kita. Spirit ini yang kami dukung dan dorong untuk pemuda,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Paguyuban Jaran Kepang Wahyu Manunggal Setyo Budoyo, Daroji mengucapkan terima kasih kepada PW GMPI Jateng atas apresiasi dan dukungannya.

“Kami dari WMSB mengucapkan terima kasih kepada Mbak Kharen, serta teman-teman dari GMPI atas apresiasi, dukungan dan sinergitasnya. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kami dan GMPI,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *