Gus Yahya: Presiden Jokowi akan Hadiri Penetapan PBNU Baru di Balikpapan

Presiden Joko Widodo Tiba di Balikpapa dalam Rangka Pengukuhan PBNU baru. ISTIMEWA/LINGKAR.CO
Presiden Joko Widodo Tiba di Balikpapa dalam Rangka Pengukuhan PBNU baru. ISTIMEWA/LINGKAR.CO

BALIKPAPAN, Lingkar.co – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memastikan Presiden Joko Widodo akan mengahdiri proses penetapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmad 2022-2027.

Penyelenggaraan penetapan PBNU baru tersebut di Gedung Pertemuan, Olahraga, dan Senin atau Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022).

“InsyaAllah Presiden hadir,” kata Gus Yahya usai gladi bersih di Dome mengutip dari antara.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Baca Juga :
Dikira Klitih Jogja, Tawuran Pelajar Sempat Gegerkan Warga Purworejo

KH Miftachul Akhyar akan memimpin langsung penetapan dan pelantikan pengurus PBNU kemudian Presiden Jokowi akan memberikan sambutan.

Penetapan PBNU kali ini juga akan live di 750 kanal Youtube santri serta kanal Youtube NU Online sehingga para pengurus cabang, MWCNU, dan Ranting Nu dapat menyaksikan.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Penetapan akan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman anatara PBNU dengan dua kementerian. Yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Png-20230831-120408-0000

Menurut Gus Yahya, dengan bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan guna memperdayaklan kampung nelayan.

Sedangkan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup tentang peremajaan kebun kelapa sawit dan reboisasi yang melibatkan petani kecil.

Pada penetapan PBNU kali ini, di pelatan Dome aka nada pameran manuskrip turots atau pameran kitab-kitab klasik karya ulama Indonesia.

Mereka akan memamerkan berbagai macam kitab, salah satunya kitab yang dimaknai atau dikasih arti oleh Syaikhona Kholil Bangkalan.

Kitab-kitab yang ada di pameran ini menggambarkan betapa kaya warisan intelektual nusantara sebagai buah pergulatan dari para ulama.

“Kumpulan manuskrip para kiai mud aini ada yang sangat tua bahkan ada yang belum pernah terbit,” kata Gus Yahya.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *