Gus Yasin Ajak Anak-anak Ikut Musrenbangdes

  • Bagikan
Gus Yasin saat mengikuti Musrenbangdes di Balaidesa Ketro, Sragen, Rabu (17/11/2021). Pada Kegiatan Itu Beberapa Anak sampaikan aspirasinya ke Wagub Jateng terkait pembangunan Waduk Ketro, TimH2/Lingkar.co
Gus Yasin saat mengikuti Musrenbangdes di Balaidesa Ketro, Sragen, Rabu (17/11/2021). Pada Kegiatan Itu Beberapa Anak sampaikan aspirasinya ke Wagub Jateng terkait pembangunan Waduk Ketro, TimH2/Lingkar.co

SRAGEN, Lingkar.co – Siswa kelas 2 MTsN Sragen, Krisna Fathino Rossi, menyampaikan aspirasinya langsung kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen yang menghadiri kegiatan Forum Anak.

Baca Juga : Hari Pahlawan, Taj Yasin Optimis Entaskan Kemiskinan

Melalui Dialog Forum Anak, Krisna berani mengusulkan agar Waduk Ketro di bangun taman untuk arena bermain anak-anak. Hal itu ia sampaikan di Balaidesa Ketro, Sragen, Rabu (17/11/2021).

“Tadi itu bahas soal perbaikan waduk, saya usul agar waduk cepat selesai. (biar) Bisa buat refreshing, sepedaan, lain-lain, buat belajar bersama,” kata Krisna usai menyampaikan aspirasinya kepada Wagub Jateng.

Menurutnya kebutuhan bermain anak-anak adalah hal yang penting. Karena pada saat bermain, tercipta ruang belajar untuk anak-anak.

“Kan kita-kita masih anak-anak, butuh ruang bermain dan belajar. Di sini waduknya juga masih dalam tahap perbaikan,” tambahnya.

Gus Yasin Mengapresiasi

Mendengar aspirasi itu, Taj Yasin langsung mengapresiasi inovasi yang lahir dari anak sekolah.

Krisna bersama dua orang temannya yang menyampaikan aspirasinya secara langsung mendapat handphone (HP) oleh Taj Yasin.

“Saya titip ke Pak Kades, nanti kalau Musrenbangdes, forum anak ini di libatkan. Tadi banyak (yang usul), ada yang ingin jalannya jadi, waduknya jadi, bukan hanya jadi tapi bisa untuk tempat bermain. Tadi yang usul, saya kasih hadiah. Apa maunya? HP? Tapi jangan di pakai untuk mainan saja ya,” katanya.

Selain Forum Anak yang mewadahi aspirasi, Taj Yasin berharap di kantor desa juga bisa ada ruang berkumpul bagi anak-anak, lansia, dan perempuan.

“Terus ada lagi saya harapkan kantor desa ada pendopo. Jaman kecil saya seneng main di (kantor) desa, (main) engklek, Gobak Sodor, lompat tali,” katanya.

Ketika sudah ada (kelompok) akhirnya (kita) rembugan, ini tidak punya lapangan, kita bilang kepala desa. Akhirnya di fasilitasi lapangan untuk main bola,” sambungnya.

Selain itu, Taj Yasin juga berharap agar Forum Anak dapat di libatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Karena, aspirasi dari anak-anak juga penting untuk menjadi pertimbangan dalam membangun desa yang sejahtera juga ramah anak.


Penulis : Rezanda Akbar D.

Editor : Rezanda Akbar D.

  • Bagikan