Gus Yasin Tanggapi Aksi Kekerasan dalam Ponpes di Demak

  • Bagikan
Gus Yasin usai rapat penanganan Covid-19 (6/9/2021). FOTO: Rezanda Akbar D/Lingkar.co
Gus Yasin usai rapat penanganan Covid-19 (6/9/2021). FOTO: Rezanda Akbar D/Lingkar.co

 SEMARANG, Lingkar.co – Beredar video kekerasan dalam sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, yang korbannya adalah santri berusia belia yang mestinya mendapat pendidikan dengan kasih sayang.
 
Video tersebut menampilkan aksi kekerasan oleh oknum pengurus pondok pesantren yang menghajar sejumlah santri lantaran tidak mau tidur.
 
Menanggapi itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga adalah panglima Santri Gayeng Nusantara, mengaku belum tahu pasti mengenai pihak pondok pesantren yang melakukan tindakan kekerasan tersebut.
 
“Kita harus telusuri dulu akar dan permasalahannya apa. Saya belum tahu pasti, tapi saya berharap tindakan-tindakan seperti itu bisa dihilangkan,” ungkapnya kepada Lingkar.co di gedung F lantai 5, usai menghadiri acara dari Baznas, Senin (6/9/2021).
 
Namun, apabila hal itu betul terjadi, ia meminta agar pihak pondok pesantren dan orang tua maupun wali untuk bisa melakukan mediasi terlebih dahulu.
 
“Akan kita pikirkan, tapi sebelumnya kalau bisa antara para kiai, orang tua wali, dan santri bisa duduk bersama,” tandasnya.

PELAKU SUDAH DIAMANKAN

Sebelumnya, video kekerasan tersebut viral di media sosial.
Polisipun bergerak cepat menangani kasus dugaan kekerasan itu.

“Sudah kami amankan pelakunya,” kata Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, melalui pesan singkat, Minggu (5/9/2021).

Dia menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada salah satu pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jateng, Rabu (1/9/2021) malam, sekira pukul 22.00 WIB.

“Polsek Wonosalam, Polres Demak, telah melakukan pemeriksaan kepada korban dan beberapa saksi. Satreskrim Polres Demak, berhasil mengamankan pelaku penganiayaan berinisial M umur 33 tahun, laki-laki, pengasuh ponpes,” ungkap AKBP Budi.
 
Dalam video tersebut, terdengar suara tamparan dan teriakan keras berkali-kali, sementara sejumlah anak lainnya tetap dalam posisi berbaring.

Baca Juga:

Pemprov Jateng Beri Perlindungan Anak Yatim Piatu Karena Covid-19

Terlihat pula seorang bocah yang mendadak diangkat dan dipepet ke tembok. Video penganiayaan itu pun menjadi perbincangan warganet seperti yang terunggah dalam grup Facebook, Info Seputar Demak.

Meski baru beredar empat jam, video tersebut telah menuai sekira 4.000 komentar dan dibagikan hingga 4.700 kali.
 
Kebanyakan warganet mengecam keras perilaku pria dewasa yang menghajar anak-anak tersebut. *

Penulis: Rezanda Akbar D
Editor: Nadin Himaya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: