Intensitas Hujan Tinggi, Tiga Desa di Jepara Alami Longsor dalam Sehari

  • Bagikan
Sejumlah warga Dukuh Gronggong tengah menyaksikan dampak longsor untuk melalukan kerja bakti penanggulangan, Jumat (22/1). (BPBD JEPARA/LINGKAR.CO)
Sejumlah warga Dukuh Gronggong tengah menyaksikan dampak longsor untuk melalukan kerja bakti penanggulangan, Jumat (22/1). (BPBD JEPARA/LINGKAR.CO)

JEPARA, Lingkar.co – Tingginya intensitas hujan yang terjadi, di sebagian besar wilayah Kabupaten Jepara beberapa hari terakhir, kembali mengakibatkan sejumlah bencana alam. Tercatat, ada tiga desa yang mengalami tanah longsor hanya dalam kurun waktu satu hari.

Kepal Pelaksana Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Kusmiyanto menjelaskan, titik longsor pertama terjadi di Dukuh Gronggong RT 03 RW 04 Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB dini hari (22/1).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Tanah longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 9 meter di kompleks Vihara Dukuh Gronggong. Sehingga mengakibatkan bangunan kamar mandi ikut longsor dan menimpa rumah warga,” jelas Kusmiyanto.

Atas kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta. Warga setempat juga telah melakukan evakuasi permbersihan material secara kerja bakti. Namun, keadaan saat ini masih mengkhawatirkan.

“Karena ada beberapa retakan yang diperkirakan dapat terjadi longsor susulan,” imbuhnya.

Titik longsor kedua, terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di RT 05 RW 02 Desa Tempur, Kecamatan Keling. Tanah longsor dengan lebar 2 meter dan tinggi 20 meter itu, mengakibatkan dinding dapur rumah warga bernama Samadi jebol.

“Perabot dapur juga tertimpa material longsoran. Kerguian ditaksir Rp 8 juta. Saat ini sudah dilakukan pembersihan material bersama masyarakat,” paparnya.

Terakhir, longsor juga melanda RT 08 RW 03 Desa Bringin, Kecamatan Batealit. Hal ini menyebabkan dapur rumah warga bernama Bambang roboh, karena tak kuat menyangga pergeseran tanah.

“Waktu kejadian pukul 10.15 WIB. Dapur rumah korban rusak berat,” tandasnya.

Usai melakukan pendataan, BPBD juga telah melakukan koordinasi bersama pemerintah desa dan kecamatan. Selain itu, bantuan logistik kerja berupa karung sak juga telah dikirimkan, guna menanggulangi dampak longsoran itu. (mam/dim/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.