Jalur Alternatif Penghubung Jepara-Kudus Rusak Parah, Bahayakan Pengguna Jalan

  • Bagikan
BELUM DIPERBAIKI: Jalan alternatif penghubung Kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus turut Desa/Kecamatan Nalumsari, Jepara kondisinya rusak parah.(DOK KORAN LINGKAR JATENG)
BELUM DIPERBAIKI: Jalan alternatif penghubung Kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus turut Desa/Kecamatan Nalumsari, Jepara kondisinya rusak parah.(DOK KORAN LINGKAR JATENG)

JEPARA, Lingkar.co – Jalan alternatif penghubung Kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus turut Desa/Kecamatan Nalumsari rusak parah.

Dari pantauan di lokasi kemarin, kerusakan hampir menyeluruh. Hanya tingkat keparahanya yang berbeda-beda.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Seperti di titik kerusakan setelah gapura Selamat Datang di Kabupaten Jepara, atau 500 meter dari Polsek Gebog, Kudus. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati, karena banyak jalan berlubang.

Selain itu, di titik turut Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Jepara kerusakanya juga tambah parah, lubang jalan semakin lebar dan dalam di sepanjang jalan yang tembus di pertigaan Jalan Kudus-Jepara turut Kecamatan Mayong, Jepara itu.

Hanya beberapa titik jalan yang kondisinya masih baik, lantaran telah sudah ada pengecoran pada pertengahan hingga akhir 2020 lalu. Meski begitu, persentase kerusakanya jauh lebih banyak.

”Kondisi jalan alternatif rusak sudah lama sebenarnya. Tapi kali ini semakin parah karena intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga kondisinya semakin parah. Awalnya hanya beberapa titik saja, tapi ini sudah merata,” ungkap Ahmad Zakki, warga setempat.

Salah satu pengendara motor yang melintas di jalan itu. Ia mengaku, setiap hari melintas di Jalan Gebog, Kudus-Nalumsari, Jepara. Menurutnya, jalan rusak di daerah itu tiap tahun terjadi.

Selain faktor hujan, jalan tersebut juga kerap di lintasi truk-truk bermuatan tanah. Sehingga, kalau perbaikkanya hanya aspal, tiap tahun pasti rusak lagi.

”Saya asli Kudus tapi kerjanya di Jepara. Jadi sudah hafal kalau kondisi jalan di daerah sini pasti rusak setiap musim penghujan seperti ini. Kalau beton mungkin relatif awet, karena di sini sering dilintasi truk-truk muatan tanah,” ungkap Sutomo.

Kerusakan jalan tersebut, diharapkan segera mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Jepara atau instansi terkait. Sebab, akses jalan jadi hal utama warga, sehingga harapannya betul jadi prioritas pemerintah setempat.(mam/lut)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.