Kampung Zakat, Ikhtiar Kemenag Entaskan Kemiskinan

JAKARTA, Lingkar.co – Kampung Zakat merupakan salah satu program sinergi antara Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga pengelola zakat lainnya.

Kampung Zakat digulirkan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan mengungkit ekonomi umat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk daerah 3T.

Melalui program ini, Kementerian Agama mendorong kampung-kampung zakat bisa berkembang dan tumbuh di seluruh daerah di Indonesia. Program ini sekaligus menjadi upaya negara dalam meningkatkan perekonomian umat melalui optimalisasi dana zakat.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Lingkar.co melansir dari laman resmi Kemenag, Selasa (24/1/2023).

Menteri Agama, H. Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu telah meresmikan Kampung Zakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel). Itu merupakan Kampung Zakat ke-514.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Yaqut menargetkan ada 1.000 Kampung Zakat tersebar di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2023.

Png-20230831-120408-0000

“Kami sudah diskusikan dengan berbagai lembaga pengelola zakat, bila saat ini baru ada 514 kampung zakat. Kita akan masifkan lagi pada tahun ini menjadi 1.000 kampung zakat,” kata Yaqut.

“Kalau ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin upaya pemerintah dalam melepaskan kemiskinan itu akan didorong oleh keberadaan kampung zakat yang diinisiasi dan didirikan oleh masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kampung Zakat mulai bergulir pada 2018. Saat ini, tercatat ada 514 Kampung Zakat yang sudah diresmikan. Kesemuanya adalah binaan Ditjen Bimas Islam Kemenag, Baznas, sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Pemerintah Daerah.

Resmikan Kampung Zakat di Desa Perbatasan Negara

Dari jumlah itu, ada 19 Kampung Zakat yang merupakan binaan Kementerian Agama. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor meresmikan Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sebagai Kampung Zakat ke-19.

Ribuan warga saat peluncuran Kampung Zakat yang berlangsung di lapangan MTsN 2 Kecamatan Rangsang. “Ini adalah Kampung Zakat ke-19 yang diluncurkan Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam. Program ini bertujuan untuk perbaikan ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat,” kata Tarmizi Tohor saat peluncuran.

Mewakili Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Tarmizi menandaskan, dalam menyukseskan program unggulan ini, Kemenag tidak bisa berjalan sendiri. Untuk itu, Kemenag menjalin sinergi dengan masyarakat dan stakeholder terkait.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Makanya kami harus bekerja sama dengan masyarakat, Baznas, LAZ dan pemerintah daerah. Dengan sinergi ini, program Kampung Zakat akan berkembang seiring potensi yang dimiliki daerah. Misalnya, budidaya perikanan, perkebunan, UMKM, dan usaha lainnya,” ujarnya.

Desa Sungai Cina yang berada di Kecamatan Rangsang Barat masuk ke dalam daerah 3 T atau terdepan, terluar, dan tertinggal. Pulau Rangsang juga berhadapan langsung dengan perairan Selat Malaka yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kampung Zakat merupakan salah satu program sinergi antara Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga pengelola zakat lainnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor saat meresmikan Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau sebagai Kampung Zakat ke-19.. (Foto: dokumentasi)

Penunjukan Desa Sungai Cina menjadi Kampung Zakat, setelah pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan kepada Kementerian Agama dan menyatakan siap mendukung program pemberdayaan umat tersebut.

“Kami akan mengawasi, mengawal dan membina program Kampung Zakat ini selama tiga tahun hingga nantinya desa benar-benar mampu mandiri dalam pemberdayaan umat,” tandasnya.

Menurutnya, program Kampung Zakat efektif untuk menarik orang-orang mampu agar membantu dalam permodalan pemberdayaan umat melalui Baznas dan LAZ. Sebab, bila zakat hanya sekadar bantuan sembako maka tidak akan memiliki manfaat yang lebih.

“Mari bersama kita gotong royong dan membimbing program ini hingga mandiri,” ajaknya.

Usai peluncuran Kampung Zakat, Tarmizi Tohor didampingi Kakanwil Kemenag Riau, Mahyudin dan perwakilan Pemkab Meranti menyerahkan bantuan secara simbolis. Bantuan tersebut berupa beasiswa untuk siswa madrasah, bantuan rumah ibadah dan perlengkapan ibadah, bantuan rumah layak huni, bantuan imam mesjid, bantuan bibit ikan hingga UMKM. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *