Lingkar.co – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai langkah strategis dalam menjaga kedekatan dengan basis massa pendukungnya.
Menurut Adi, pilihan wilayah yang akan dikunjungi Jokowi seperti Indonesia Timur, Sumatera, hingga Jawa Barat bukanlah hal yang kebetulan, melainkan daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung suara dan basis dukungan kuat pada dua periode kepemimpinannya.
“Ini bukan kebetulan. Kunjungan ini merupakan semacam napak tilas ke basis-basis massa yang selama ini menjadi penyokong utama kekuatan politiknya,” kata Adi Prayitno , Kamis (28/5/2026).
Ia menilai, upaya menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat di daerah menjadi penting bagi tokoh politik yang sudah tidak lagi berada dalam jabatan formal pemerintahan.
Adi juga menyebut langkah tersebut tidak dapat dilepaskan dari proyeksi politik jangka panjang, termasuk dinamika keluarga politik Jokowi ke depan.
“Banyak yang menduga safari politik Jokowi ini bagian dari mengamplikasi kekuatan politik Jokowi kembali pasca tak lagi jadi presiden. Tentu tujuannya bisa untuk mendongkrak suara PSI dan semakin meningkatkan bargain politik untuk Gibran di 2029,” ungkapnya.
Meski demikian, Adi menilai efektivitas pengaruh politik Jokowi pasca lengser masih akan diuji dalam kontestasi politik mendatang. Ia menyebut Pemilu 2029 akan menjadi penentu sejauh mana pengaruh tersebut tetap bertahan.
“Waktu yang akan menjawabnya,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua pandangan utama di publik terkait pengaruh politik Jokowi. Pandangan pertama menilai Jokowi masih memiliki pengaruh kuat meski tidak lagi menjabat presiden, dengan dasar tingkat kepuasan publik yang masih tinggi menjelang akhir masa jabatannya.
Namun, pandangan kedua menyebut pengaruh tersebut mulai berkurang setelah masa jabatan berakhir, yang tercermin dalam dinamika politik Pemilu 2024.
“Pandangan ini didasarkan atas pemilu 2024 dimana nama dan foto Jokowi sudah diamplikasi bagian PSI melalui atribut kampanye PSI,” tuturnya.
Penulis: Putri Septina