Kemenag Jateng Siapkan Tiga Skenario Haji Saat Pandemi

  • Bagikan
Ilustrasi manasik haji yang diikuti oleh sejumlah orang. (ANTARA / LINGKAR JATENG)
Ilustrasi manasik haji yang diikuti oleh sejumlah orang. (ANTARA / LINGKAR JATENG)

KARANGANYAR, Lingkar.co – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah menyebut saat ini telah muncul tiga skenario pemberangkatan haji di masa pandemi seperti sekarang ini. Hanya, kepastian model skenario diakuinya belum bisa dipastikan.

Kepala Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad mengatakan saat ini pembahasan masih dilakukan Menteri Agama bersama Komisi VIII DPR RI. Dalam pembahasannya, akan diputuskan model terbaik memberangkatkan jemaah ke tanah suci tanpa memicu penularan Covid-19 dan menjaga agar tetap sehat sampai kembali ke tanah air.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Tiga skenario disiapkan. Di daerah juga harus menyesuaikan. Tapi bagaimanapun persiapan kita, tergantung kebijakan pemerintah Arab Saudi,” kata Musta’in usai menghadiri kegiatan di Karanganyar, kemarin.

Pada skenario pertama, diasumsikan Pandemi Covid-19 telah berakhir atau vaksinnya efektif menyembuhkan infeksi. Maka, jemaah diberangkatkan secara prosedural. Pemberian vaksin meningitis menjadi syarat sebelum memasuki tanah suci.

Sementara skenario kedua, dimana Pandemi Covid-19 masih melanda dan obat penawarnya belum efektif, maka kuota jemaah dikurangi sampai separuh.

 “Kami masih berhitung cermat. Itu berkaitan protokol jaga jarak. Misalnya penerbangan berisi 350 tempat duduk, maka hanya diisi maksimal 150an saja. Dari empat tempat duduk sebaris, hanya dipakai dua saja. Sedangkan dua sisanya, bagaimana menanggung ongkosnya?” kata Musta’in.

Sedangkan skenario ketiga berupa penundaan pemberangkatan haji tahun 2021. Hal ini sudah dilakukan pada tahun 2020, dimana pemberangkatannya ditunda. Mustain mengatakan, seluruh skenario itu mempertimbangkan usia aman jemaah 18 hingga 50 tahun.

Musta’in meminta masyarakat tetap berpikiran positif terhadap pemerintah. Kebijakan tentang haji di masa pandemi, lanjutnya, dibuat untuk kebaikan umat Islam dan masyarakat pada umumnya.(jok/mg9/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.