Ketersediaan Bahan Baku Olahan Makanan Laut Menipis

MENIPIS: Ketersediaan bahan baku untuk pengolahan makanan di sektor kelautan dan perikanan menipis. (ANTARA/LINGKAR.CO)
MENIPIS: Ketersediaan bahan baku untuk pengolahan makanan di sektor kelautan dan perikanan menipis. (ANTARA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – Ketersediaan bahan baku olahan makanan laut kini mulai menipis, di tengah kebutuhan masyarakat akan pangan terus meningkat.

Sejumlah asosiasi pengolahan yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan menginginkan adanya jaminan terhadap ketersediaan stok bahan baku dari produk yang mereka olah.

Hal tersebut mereka lakukan  agar pabrik milik mereka dapat terus beroperasi sepanjang tahun dan bisa menuntaskan permintaan pasar terhadap bahan pangan olahan laut.

“Industri rumput laut masih kekurangan bahan baku karena banyak yang diekspor (rumput laut mentah),” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia, Pontas Tambunan.

Baca juga:
Terdapat 6 Angka Kematian Ibu Awal Tahun 2021

Ia menjelaskan, sebenarnya sudah ada road map atau peta jalan terkait pengelolaan sumber komoditas rumput laut.

Dalam hal ini pemerintah menargetkan ekspor rumput laut bahan mentah sebesar 60 persen, dan olahan rumput laut sebanyak 40 persen.

Png-20230831-120408-0000

Pihaknya menginginkan agar hal tersebut dapat terjaga. Ia juga bersyukur dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian.

Di dalam  PP No 28/2021 tersebut terdapat pengaturan terkait dengan neraca komoditas sehingga menimbulkan keberpihakan terhadap industri dalam negeri.

Baca juga:
Penerima Bansos Sembako Turun Drastis

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *