Lingkar.co – Sebuah warung makan yang berada tepat di depan gerbang Makam Mojopitu, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, selalu ramai dikunjungi pembeli. Setiap hari, masyarakat datang silih berganti untuk menikmati menu andalan yang dikenal dengan sebutan Sup Pocong.
Nama Sup Pocong bukan berasal dari pemilik warung, melainkan dari para pelanggan. Penyebutan itu muncul karena lokasi warung yang tepat berada di depan area pemakaman warga setempat.
“Memang di sini kalau istilah saya Sup Pocong, karena depannya kuburan, maka enaknya disebut Sup Pocong. Rasanya segar, nikmat, ada ciri khas tertentu, beda dengan sup yang lain,” ujar Eko, warga Kecamatan Gabus, Minggu (28/12/2025).
Cita rasa yang khas membuat sup ini digemari banyak orang. Pelanggan tidak hanya berasal dari sekitar Pati, tetapi juga datang dari luar daerah.
“Teman-teman pelanggan dari jauh banyak ke sini. Kalau harganya jelas sangat murah meriah, saya sudah sering ke sini,” ungkap Eko, yang mengaku sudah menikmati Sup Pocong sejak 2010.
Sementara itu, pemilik warung, Ani, mengatakan usaha kuliner tersebut telah berdiri lebih dari 15 tahun. Ia merupakan generasi pertama sekaligus perintis warung Sup Pocong yang kini semakin dikenal luas.
“Sudah lama berdiri, sudah masuk ke YouTube, ke mana aja. Pokoknya udah 15 tahun lebih deh pokoknya,” tutur Ani.
Menurut Ani, lokasi warung yang berada di dekat makam justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Justru menariknya di dekat kuburan karena tidak ada lokasi yang lain. Keluar dari sini dijamin keringatan,” jelasnya.
Soal harga, Sup Pocong dibanderol sangat terjangkau, mulai Rp 8.000 per porsi. Dengan harga murah dan rasa khas, warung ini hampir tidak pernah sepi pembeli.
“Waduh ya banyak sekali, enggak terhitung. Ada 500-an, 1.000-an, kurang lebih segitu,” tandasnya. (*)








