Pasutri Tewas karena Tersengat Aliran Listrik

  • Bagikan
PENYELIDIKAN: Olah TKP dilakukan pasca kejadian tewasnya pasutri akibat tersengat aliran listrik di Desa Jeruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO)
PENYELIDIKAN: Olah TKP dilakukan pasca kejadian tewasnya pasutri akibat tersengat aliran listrik di Desa Jeruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. (BAGUS ABSHORU/LINGKAR.CO)

BLORA, Lingkar.co – Peristiwa nahas terjadi di Desa Jeruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah di tanah kosong milik warga setempat pada Sabtu (13/3) sekitar 10.00 WIB. Sepasang suami istri (pasutri) tewas hampir bersamaan akibat tersengat aliran tiang listrik di lahan kosong yang basah.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut terjadi. “Iya, pasangan suami istri tersebut tewas karena tersengat aliran listrik dengan tegangan tinggi,” ucap Wiraga saat memberi konfirmasi.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Kronologinya, menurut Kapolres, kejadian ini berawal saat korban perempuan bernama Supatmi berniat menolong suaminya yang lebih dulu tersengat listrik. Namun nahas, korban malah ikut tersengat listrik dan berteriak sekencang-kencangnya.

“Kemudian, anak kandung korban yang mendengar ibunya menjerit minta tolong. Lalu keluar dari dalam rumah dan melihat ayahnya sudah tergeletak di sebelah ibunya,” katanya.

Anak korban juga melihat ibunya yang sedang memegang tiang listrik dengan kondisi tanah dalam keadaan basah terkena air hujan. Tiang listrik tersebut menempel dengan pohon mangga yang juga basah terkena air hujan.

“Anak korban berusaha menendang dengan menggunakan kaki mengenai tangan ibunya, sehingga tangan tersebut bisa terlepas,” kata Wiraga.

Setelah itu, anak korban berteriak minta tolong. Warga sekitar membawa kedua korban tersebut langsung ke puskesmas terdekat.

“Namun belum sampai Puskesmas, kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernafas. Lalu, warga membawa kedua korban pulang,” jelasnya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke kepala desa dan Polsek Randublatung. Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan olah TKP dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Kami sudah lakukan olah TKP dan ada aliran listrik aktif yang mengenai telapak tangan kedua korban. Korban Sudarto mengalami luka bakar, sedangkan korban Supatmi kulit telapak tangan kanan melepuh akibat luka bakar. Pada tubuh kedua korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas Wiraga.

Agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang, Wiraga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati di sekitar tiang listrik yang basah akibat air hujan.

“Apabila situasi hujan kemudian dan ada tiang listrik di sekitar masyarakat, maka masyarakat hendaknya berhati-hati,” pungkasnya.(oru/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.