Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali menggelar agenda Corporate University bagi para pejabat.
Kick Off Boyolali Corporate University dilaksanakan di Griya Persada Convention Hotel and Resort Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (27/3/2026).
Kepala BKPSDM Kabupaten Boyolali Waskitho Rahardjo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sistem pembelajaran pengembangan kompetensi ASN yang berintegrasi.
Peserta kegiatan terdiri dari pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Boyolali, Direktur rumah sakit, dan Kepala Bagian Setda Kabupaten Boyolali.
Waskitho menyebut ada dua narasumber pada kegiatan ini, yaitu dari Erna Irawati dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan motivator Eko Suseno dari UKSW Salatiga.
“Harapannya dengan kegiatan ini, pemahaman terhadap Corporate University akan semakin meningkat dan bisa diimplementasikan di semua perangkat daerah.” ungkap Waskitho.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani berharap dengan adanya kegiatan ini maka seluruh peserta akan mampu mengelola organisasi dan bagaimana seharusnya menjadi leader (pemimpin).
Pada kesempatan itu, Sekda Wiwis juga membuka acara Kick Off Boyolali Corporate University yang bertemakan ‘Membangun ASN Pembelajar, Mewujudkan Boyolali Maju’, yang ditandai dengan Pemukulan Gong.
“Semoga kegiatan apa yang menjadi strategi kita Kabupaten Boyolali, terutama dalam rangka pembelajaran secara mandiri terintegrasi berjalan lancar.” harapnya.
Sementara itu, Erna menjelaskan, dalam konteks ASN, Corporate University membantu mendorong pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan jabatan, tantangan lapangan, serta prioritas kementerian.
Pendekatan tersebut, menurut dia, menjadikan pembelajaran lebih terukur, berkelanjutan dan berorientasi pada hasil. Selain itu, Corporate University melibatkan berbagai aktor internal dan eksternal untuk mendukung ekosistem pembelajaran.
“Dengan demikian ASN memperoleh pembelajaran yang lebih komprehensif, praktis dan kontekstual.” ujar Erna. (*)








