Pemkab Kudus Tingkatkan Tracing dan Testing

  • Bagikan
Plt Bupati Kudus Dr. HM Hartopo
FOKUS: Plt Bupati Kudus Dr. HM Hartopo saat menghadiri vidcon rakor percepatan penanganan Covid-19 di ruang rapat Command Center Diskominfo Kudus, kemarin. (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR JATENG)

KUDUS, Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus meningkatkan upaya tracing dan testing dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Dr. HM Hartopo menjelaskan, saat ini, upaya tersebut untuk menurunkan kasus pasien aktif Covid-19 dengan tetap mengajak warga menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini kita meningkatkan tracing dan testing untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kudus.  Dan tetap masyarakat harus meningkatkan protokol kesehatan. Di Kabupaten Kudus sendiri, masyarakat yang menerapkan protokol kesehatan sudah meningkat, mulai dari penggunaan masker, hingga Jogo Tonggo,” ungkap Hartopo

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Hartopo menjelaskan, kondisi angka Covid-19 di Kudus saat ini masih fluktuatif. Namun, ia akui angka kematian akibat Covid-19 mengalami penurunan.

“Kabupaten Kudus masih fluktuasi. Tiga hari ini mengalami kenaikan, namun masih terhitung sedikit. Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Kudus juga menurun,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Andini Aridewi menyampaikan, terkait peningkatan upaya tracing harus berdasarkan dengan temuan kasus baru.  “Kita harus melihat temuan kasus baru untuk melakukan tracing. Paling tidak, ditemukan 1:10 kontak eratnya. Jadi kontak eratnya wajib melakukan tracing,” jelas Andini.

Andini menambahkan, ketika ada kasus baru pasien terjangkit Covid-19, wajib dilakukan tracing dengan diikuti testing untuk nantinya dilakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). “Semua sudah kami lakukan PCR untuk kontak erat dari kasus yang terjangkit Covid-19,” paparnya.

Menutup statemennya, Andini menyebutkan, tren kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus mengalami penurunan yang signifikan dalam satu bulan terakhir ini.

“Tren angka sekarang kasus yang aktif mengalami penurunan 4.77 persen. Untuk angka kesembuhan mengalami kenaikan 4.7 persen. Sedangkan, angka kematian menurun menjadi 0.06 persen per satu bulan terakhir. Kami lakukan evaluasi tiap minggunya,” pungkasnya. (ris/dim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.