Pemkot Malang dan Kendari Teken Kerja Sama Bidang Pengelolaan Air Minum, Pajak dan Tata Kota

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Kendri Siska Karina Imran saat meneken kerja sama di ruang ruang sidang Balaikota Malang. Foto: dokumentasi
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Kendri Siska Karina Imran saat meneken kerja sama di ruang ruang sidang Balaikota Malang. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (26/1/2026) di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jawa Timur. Keduanya sepakat bekerja sama pada bidang pengelolaan air minum, pajak daerah dan tata kota.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutan mengatakan, momen itu tidak hanya menjadi sarana silaturahmi saja, namun juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah. Pertemuan tersebut, menurutnya menjadi sangat krusial, mengingat tantangan tata kelola pemerintahan di era disrupsi menuntut untuk bergerak lebih lincah dan adaptif.

“Kerja sama ini merupakan manifestasi dari komitmen bersama untuk melakukan akselerasi pembangunan melalui transfer of knowledge dan kolaborasi yang bersifat mutualisme, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah,” jelasnya.

Lebih jauh Wahyu mengungkapkan, ketertarikan Pemkot Kendari terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Malang tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Ia bilang, pengakuan tersebut merupakan bentuk validasi atas kerja keras seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan terobosan-terobosan yang berdampak nyata, sehingga dinilai relevan untuk direplikasi oleh daerah lain, termasuk Kota Kendari.

“Keinginan Pemerintah Kota Kendari untuk mengadopsi praktik di bidang pengelolaan pajak daerah merupakan langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital,” kata Wahyu.

Sebab, kata dia, digitalisasi layanan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.

“Dan sebagai penyelenggara pemerintahan, tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus berinovasi, membuka ruang kolaborasi, serta memastikan setiap kebijakan dan terobosan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah daerah pun tidak dapat lagi berjalan sendiri, melainkan harus saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring kerja sama antardaerah.

“Perlu saya sampaikan bahwa dalam pengelolaan pajak daerah, Pemerintah Kota Malang telah menjalankan berbagai inovasi. Salah satunya adalah aplikasi Persada (Pelayanan Online Restoran dan Subjek Pajak Daerah Lainnya) yang berhasil masuk dalam Top 90 Kovablik Jawa Timur tahun 2025,” bebernya lagi.

Selain itu, Pemkot Malang juga menyediakan berbagai portal aplikasi pajak dan retribusi daerah secara daring yang dikembangkan oleh Bapenda Kota Malang bersama perangkat daerah pemungut PAD sebagai upaya meningkatkan kinerja pendapatan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran yang datang bersama jajaran perangkat daerah dan anggota DPRD mengaku Kota Malang menjadi pilihan yang tepat sebagai mitra dalam kerja sama ini.

Pasalnya, Kota Malang memiliki berbagai keunggulan, baik dari segi pemerintahan maupun tata kelola lain. Selain kota yang indah, Kota Malang merupakan kota yang maju serta nyaman. Ke depan kerja sama di bidang lain pun akan segera menyusul, sehingga Kota Malang dan Kota Kendari menjadi sister city. (*)