PPKM Berlanjut, PJJ pun Makin Lama, Pedagang Kecil Kian Merana

Kios penjual minuman dan makanan di depan SD 3 Demaan yang tampak sepi pengunjung, Rabu (20/1). (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR.CO)
Kios penjual minuman dan makanan di depan SD 3 Demaan yang tampak sepi pengunjung, Rabu (20/1). (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR.CO)

KUDUS, Lingkar.co – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah sekolah di Kudus, masih diterapkan hingga saat ini, menyusul adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini pun membuat para pedagang kecil di area sekolah semakin kelimpungan. Pasalnya, semakin lama anak-anak melakukan pembelajaran dari rumah, semakin sepi pula pembeli yang datang ke kios mereka.

Salah seorang pedagang minuman dan makanan ringan di depan SD 3 Demaan, Inik (35 th) mengaku mengalami penurunan pendapatan yang amat drastis.

Sebelumnya, saat anak – anak masih belajar di sekolah, kios nya selalu ramai dengan pembeli. Terutama pada jam istirahat dan pulang sekolah. Namun kini ia bahkan mengalami kerugian hingga 60 persen.

“Pendapatan jelas turun drastis karena semakin sepi pembelinya, saya juga bingung ini nanti perpanjang lagi atau tidak terkait kontrak kios disini” ujarnya kepada Lingkar.co, Rabu (20/1).

Untuk mensiasati kerugian yang terjadi, ia bahkan membuat menu masakan baru. Supaya tidak hanya anak – anak saja yang tertarik dengan jualannya.

“Sebelumnya engga jualanan soto, ini saya jual supaya ada pilihan menu lain soalnya disekitar sini juga ada karyawan yang kerja, usaha dulu aja meskipun sebenernya pasti kalah laku dengan warung makan di sebelah” ucapnya sambil menata dagangannya.

Menurutnya, jika memang ada pembatasan seharusnya dibatasi di seluruh tempat. Tidak hanya sekolah yang dibatasi, tetapi anak – anak tetap bebas pergi kemana saja. Agar pencegahan penyebaran virus covid-19 bisa berjalan lebih efektif.

“Pengennya ya dibatasi semua, percuma kalau sekolah ditutup tapi kenyataannya anak-anak masih banyak yang jalan-jalan keluar rumah tanpa memperhatikan protokol kesehatan” ungkapnya. (isa/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.