Protes Tak Dapat Manggung di Hajatan, Pelaku Seni Grobogan Gelar Pentas di Tengah Hutan

  • Bagikan
AKSI: Perwakilan pelaku seni sedang melakukan aksi pentas wayang di Obyek Wisata Air Terjun Gulingan, Rabu (17/3). (MUHAMAD ANSORI/LINGKAR.CO)
AKSI: Perwakilan pelaku seni sedang melakukan aksi pentas wayang di Obyek Wisata Air Terjun Gulingan, Rabu (17/3). (MUHAMAD ANSORI/LINGKAR.CO)

GROBOGAN, Lingkar.co– Belasan pelaku seni di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Komunikasi  Pegiat Seni (Forkapi) menggelar aksi protes Rabu (17/3/2021).

Menyusul, mereka tidak boleh menggelar pertunjukan dalam hajatan warga karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Aksi protes yang mereka lakukan cukup unik. Yakni  dengan melakukan pentas di tempat wisata air terjun gulingan, di Desa Sedayu, Kecamatan/Kabupaten Grobogan.

Lokasi tempat pentas tersebut di tengah hutan. Tujuannya untuk menghindari kerumunan. Untuk sampai ke lokasi, mereka harus berjalan kaki karena kondisi jalan setapak dan cukup terjal.

Selain itu, pentas wayang, pelaku seni juga membacakan pernyataan sikap. Mereka meminta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Grobogan memperhatikan nasib pelaku seni selama pandemi covid-19.

Ketua Forkapi Grobogan Hardono mengatakan, selama pandemi covid-19 sebagai pelaku seni sangat menderita. Karena tidak bisa manggung di tempat hajatan warga.

Menurutnya, selama pandemi, banyak pelaku seni menganggur. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka terpaksa menggadaikan hingga menjual perlengkapan pentas.

“Ini untuk menggugah hati beliau (pemerintah, Red). Mudah-mudahan hati beliau terbuka. Kami betul sengsara. Sangat menderita, karena pelarangan-pelarangan ini,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.