Pulang Wisata, Lima Warga Boyolali Positif Covid-19 usai Tes Antigen

Warga Boyolali menjalani tes cepat, usai berwisata dari pulau Bali, Selasa (2/2/2021). (JATENGPROV/LINGKAR.CO)
Warga Boyolali menjalani tes cepat, usai berwisata dari pulau Bali, Selasa (2/2/2021). (JATENGPROV/LINGKAR.CO)

BOYOLALI, Lingkar.co – Lima warga Boyolali dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes cepat antigen setelah pulang wisata dari luar provinsi. Sebanyak 206 warga asal Kecamatan Cepogo, nekat berwisata ke Bali.

Kasi Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Kabupaten Boyolali, Tri Joko Mulyono mengatakan, total sebanyak lima armada bus yang membawa warga tersebut.

“Mengetahui informasi tersebut, kami bekerjasama dengan instansi terkait melakukan penyekatan, guna menegakkan disiplin protokol kesehatan di masa PPKM,”katanya, Selasa (2/2/2021).

“Pada pagi hari ini juga kita akan melakukan pendalaman terkait dengan apakah kegiatan ini ada indikasi pelanggaran protokol kesehatan,”lanjutnya.

Selain melakukan perjalanan dengan rombongan, indikasi pelanggaran lainnya yakni ada balita yang mengikuti kegiatan wisata. Pihaknya juga akan menindaklanjuti mengenai kapasitas penumpang bus.

“Bilamana nanti ditemukan suatu pelanggaran protokol kesehatan, kita juga tidak akan segan-segan melakukan penindakan, atau kita berikan sanksi terhadap panitianya,” tegasnya.

Warga Boyolali menjalani tes cepat, usai berwisata dari pulau Bali, Selasa (2/2/2021). (JATENGPROV/LINGKAR.CO)
Warga Boyolali menjalani tes cepat, usai berwisata dari pulau Bali, Selasa (2/2/2021). (JATENGPROV/LINGKAR.CO)

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina menyampaikan, seluruh penumpang diminta menjalani tes cepat, usai rombongan tiba di Boyolali. Untuk memastikan diagnosis, pihaknya tengah menyiapkan pemeriksaan swab PCR.

“Dari 206 yang ikut tersebut tersebut kita rapid antigen, hasilnya lima (orang) positif,”terang Ratri ketika ditemui di kantornya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Masruri prihatin dan menyayangkan hal tersebut. Padahal, seharusnya masyarakat mengurangi mobilitas saat PPKM.

“Sehingga Pemerintah Kabupaten Boyolali punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakat,” tandasnya. (hms/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.