Ramadan Jadi Momen Tingkatkan Kepedulian Sosial, Pemkab Demak Santuni Yatim dan Duafa

Bupati Demak, Eistianah berfoto bersama saat penyerahan santunan kepada anak yatim/yatim piatu dan kaum duafa di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: dokumentasi
Bupati Demak, Eistianah berfoto bersama saat penyerahan santunan kepada anak yatim/yatim piatu dan kaum duafa di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Bulan Ramadan diharapkan menjadi momen meningkatkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, terlebih Inflasi kerap terjadi pada momen menjelang idulfitri atau lebaran.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Demak melakukan penyerahan santunan kepada anak yatim/yatim piatu dan kaum duafa di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Momen berbagi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah,sekaligus kegiatan pengarahan Ketua Pembina Tim Penggerak PKK.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak Muh Zaky Ma’ardi menyampaikan rasa syukur karena seluruh hadirin masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan yang penuh keberkahan di bulan suci Ramadan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya, Senin (16/3/2026).

Sementara, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan Pemerintah Kabupaten Demak secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian setiap minggu sebagai sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang telah memberikan berbagai nasihat dan pembinaan kepada masyarakat, sehingga diharapkan pesan-pesan kebaikan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil yang diyakini sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang menerima santunan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu, rajin beribadah, serta terus berusaha meraih cita-cita.

Ia berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, berilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)