Rapid Tes, 3 Kader PKK Karanganyar Reaktif

  • Bagikan
TES SWAB: Pelaksanaan Rapid Test Kepada kader PKK Kabupaten Karanganyar,Jumat (18/12). (PUJOKO/LINGKAR.CO)
TES SWAB: Pelaksanaan Rapid Test Kepada kader PKK Kabupaten Karanganyar,Jumat (18/12). (PUJOKO/LINGKAR.CO)

KARANGANYAR, Lingkar.co –  Rapid Test dilakukan kepada 100 Kader PKK dan Non Anggot dalam acara HUT ke-21 Dharma Wanita  Karanganyar di pendopo rumah dinas Bupati, Jumar (18/12). Dari 100 sampel, terbukti tiga diantaranya reaktif.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsyah mengatakan, pelaksanaan rapid tes tersebut dilakukan sesuai imbauan TP PKK pusat, dimana seluruh anggota tingkat provinsi dan kabupaten/kota harus menjalaninya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Siti menyarankan mereka yang reaktif supaya isolasi mandiri. Tes swab PCR diagendakan pada Senin pekan depan.

“Ada satu yang kontak erat dengan besannya yang positif Covid-19. Saat dirapid tes, ternyata reaktif. Selain anggota, yang dirapid test juga terdapat remaja dan lansia,” kata Siti.

Hal lain di sampaikan, Terkait elaksanaan Posyandu bagi bayi dan balita dilaksanakan dengan memperhatikan zona penyebaran covid-19. Petugas menempuh kunjungan ke rumah apabila pelaksanaan secara kolektif tidak memungkinkan.

Siti Khomsyah mengatakan posyandu sudah mulai beraktivitas sejak adaptasi normal baru Pandemi Covid-19 beberapa bulan lalu. Hanya saja, petugas menempuh kunjungan ke rumah peserta posyandu.

“Dilakukan home visit supaya tidak menimbulkan kerumunan. Petugas melakukannya dengan memperhatikan daftar siapa saja yang terjangkit,” kata istri Bupati Karanganyar tersebut, Jumat (18/12).

Tak bisa dipungkiri, cara tersebut memang melelahkan. Sebab, Kabupaten Karanganyar sempat berstatus zona merah dengan angka kasus cukup tinggi. Meski demikian, pengumpulan peserta posyandu secara kolektif di pos memungkinkan dilakukan. Terutama saat area posyandu tanpa data inveksi Covid-19.

“Misalnya tidak ada yang positif di area posyandu, maka bisa dikumpulkan untuk pelaksanaan program. Misalnya pemberian gizi, menimbang berat badan dan pengisian buku KMS,” kata anggota DPRD Karanganyar tersebut.

Diakuinya, kader posyandu yang juga merangkap anggota tim penggerak PKK juga berisiko tertular. Guna meminimalisasi risiko, para anggota disarankan patuh protokol kesehatan melalui 3 M. Yakni mengenakan masker, mencucu tangan pakai air mengalir dan menjaga jarak. (jok/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.