Repertoar Tari Ramaikan Festival Bambangan Cakil 2020 di Blora

  • Bagikan
MERIAH : Penampilan sejumlah kesenian tradisional tampak memeriahkan pembukaan Festival Bambangan Cakil 2020 kemarin. (DOK. LINGKAR JATENG )
MERIAH : Penampilan sejumlah kesenian tradisional tampak memeriahkan pembukaan Festival Bambangan Cakil 2020 kemarin. (DOK. LINGKAR JATENG )

BLORA, Lingkar.co – Festival Bambangan Cakil 2020 resmi digelar kemarin. Pendopo Kridha Manggala Balai Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati menjadi puncak digelarnya festival khas desa tersebut.

Repertoar tari pun disajikan untuk meramaikan pembukaan festival tersebut. Mulai dari tari Bondan Payung oleh siswa SD N 1 Temuireng, tari Rampak dan tari Gambyong oleh Sanggar Seni Atika Salon Ngasemtanggung, dan tari Indang oleh mahasiswa STAI Al Muhammad Cepu.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Penampilan seni Barong Singo Mustiko Nggopati dari Desa Klatak turut memeriahkan jalannya pembukaan festival Bambangan Cakil. Meski begitu berbagai penampilan tersebut tetap menjaga protokol kesehatan. Para penari juga terlihat mengenakan faceshield.

Kepala Desa Pengkoljagong Sugiyono mengatakan, digelarnya Festival Bambangan Cakil 2020 diharapkan dapat melestarikan seni budaya. Dengan begitu diharapkan generasi sekarang dapat menyukai dan mengenal seni budaya peninggalan para leluhur terdahulu.

“Jadi ini untuk melestarikan seni budaya dan mewujudkan Desa Pengkoljagong sebagai desa wisata,” ucapnya.

Sugiyono menyebut kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui video streaming via channel Youtube Pengkoljagong Sapta Pesona. Secara spesial kegiatan itupun turut memamerkan produk UMKM lokal pada stand yang telah disediakan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Supradedi, Staf Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT)  mengaku kagum, lantaran kegiatan seni skala nasional seperti ini justru muncul dari desa terpencil.

“Dua minggu lalu, kami mendapatkan undangan dari Desa Pengkoljagong. Kami mengapresiasi inovasi ini. Justru, gagasan semacam ini malah lahir dari desa terpencil, yang terletak di ujung selatan Kabupaten Blora,” ucapnya.

Untuk mewujudkan kemandirian dan kemakmuran desa, menurut dia, visi pembangunan harus dilaksanakan secara terintegrasi. Tak cukup hanya memajukan sektor wisata saja, namun juga harus bersamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami juga menyambut baik kerja sama Pemdes Pengkoljagong dan Prof Marlock yang akan melakukan penanaman lima ribu bibit pohon nangka di desa ini,” tambahnya.

Menurut Suprapedi, dengan adanya penanaman bibit pohon nangka tersebut, nantinya secara langsung dapat menunjang perekonomian masyarakat desa. Di sisi lain, kelestarian alam dengan banyaknya pohon yang ditanam, akan semakin terjaga.

Seperti diketahui Festival Bambangan Cakil merupakan sajian tari klasik yang diadopsi dari cerita wayang kulit yang menceritakan perang antara ksatria melawan raksasa.

Festival Bambangan Cakil 2020 kali ini diikuti 30 tim yang berasal dari berbagai lokasi di tanah air. Peserta terjauh datang dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Setiap tim akan tampil sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. ( mg9/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.