Ribuan Vaksin Kadaluarsa, Kudus Terbatas Fasilitas Penyimpanan Vaksin

  • Bagikan
Ilustrasi Vaksin Covid-19, Istimewa/Lingkar.co
Ilustrasi Vaksin Covid-19, Istimewa/Lingkar.co

KUDUS,Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah mengatakan adanya keterbatasan fasilitas penyimpanan untuk jenis vaksin terstentu. Namun Pemkab Kudus akan tetap mengintesifkan vaksinasi Covid-19 dalam menghindari masa kadaluarsa vaksin yang telah diterima.

“Khusus untuk vaksin Pfizer, suhu penyimpanannya idealnya minus 70 derajat Celcius, sedangkan tempat penyimpanan yang kami miliki suhunya minus 20 derajat Celsius,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Aniq Fuad di Kudus, Senin, (11/8/2021).

Baca Juga : Pemkab Kudus Gandeng Camat Gencarkan Vaksinasi Lansia

Untuk itu, pihaknya berusaha dalam menyelesaikan penyuntikannya lebih cepat dari vaksin jenis lainnya telah ia terima saat ini. Ia mengakui vaksin Pfizer untuk dosis pertama, sedangkan Sinovac hanya untuk dosis kedua.

Untuk itulah, 40.000 dosis vaksin Pfizer yang telah pihaknya terima langsung melakukan distribusi ke masing-masing fasilitas kesehatan, klinik, maupun rumah sakit karena dalam jangka satu bulan harus habis.

Berbeda ketika memiliki fasilitas penyimpanan dengan suhu minus 70 derajat Celcius bisa sampai tiga bulanan. Vaksin yang telah pihaknya terima yakni lebih banyak Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna yang akan menjadi prioritas untuk dosis pertama.

“Karena keterbatasan tempat penyimpanan, kami belum bisa menerima tambahan vaksin karena masih fokus untuk menghabiskan stok yang masih ada agar tidak ada vaksin yang memasuki masa kedaluwarsa,” ujarnya.

2.700 Dosis Vaksin Kadaluarsa Pada 29 Oktober 2021

Ia mencatat sekitar 2.700 dosis vaksin yang sudah kedaluarsa per 29 Oktober 2021, mengingat saat 41.000 dosis vaksin telah ia terima masa kedaluwarsanya hanya tersisa 13 hari.

Dengan durasi waktu yang pendek, tentunya kesulitan menghabiskan, belum lagi di masyarakat beredar isu vaksin AstraZeneca memiliki KIPI yang berlebihan.

Ia juga menepis isu yang beredar banyak terjadi reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah suntikan vaksin AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna.

Hal itu terbukti karena Provinsi Kudus sudah menerima 100.000 dosis vaksin AstraZeneca, namun hingga saat ini belum ada informasi yang mengalami KIPI berlebihan.

“Hanya saja, masyarakat sudah terlanjur termakan isu. Kalaupun ada KIPI setelah suntikan vaksin biasanya masih tahap wajar. Untuk itu, kami ingatkan jangan mudah termakan kabar tidak benar,” ujarnya.


Penulis : Rezanda Akbar D.
Editor : Rezanda Akbar D.

  • Bagikan