Sebut Jokowi Telah Banyak Langgar Konstitusi, Rajut Jateng Mantap Dukung Ganjar Mahfudz

Konsolidasi Rajut Jateng. Foto: istimewa

Lingkar.co – Tim Relawan Ganjar-Mahfudz yang tergabung dalam Rajut (Relawan Tindak Lanjut) Jateng menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah banyak melanggar konstitusi selama memimpin negara.

“Banyak konstitusi yang telah dilanggar. Ini menjadi penilaian kami dan komunitas aktifis 98 di Jawa Tengah,” ujar ketua Rajuta Jateng, Budi Setiawan dalam Konsolidasi Rajut Jawa Tengah di Bandungan Semarang Minggu (10/12/2023).

Iwan, sapaan akrab Budi Setiawan, lantas menerangkan, dalam konteks kontestasi politik pada Pemilu Presiden 2024, aktifis 98 melihat bahwa telah terjadi pembelokan demokrasi yang membabi buta oleh penguasa. Sistem hukum dan kebebasan berpendapat juga diintervensi oleh penguasa sehingga mengancam pelaksanaan pemilu yang jurdil.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Rajut yakin bahwa Ganjar-Mahfud akan membawa Indonesia Unggul, Indonesia Adil Lestari dan Indonesia Sejahtera. Untuk itu, rajut tegas mendukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024

“Kami mengajak rakyat untuk memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai Presiden-Wakil Presiden Indonesia 2024-2029”, ujar Iwan.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Senada, Pimpinan Eksekutif Nasional Rajut Muhaji Abriyah, mengatakan, dalam momen Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia menegaskan komitmen dalam perlindungan dan pemenuhan HAM

Png-20230831-120408-0000

“Kami, Relawan Tindak Lanjut (RAJUT) Jawa Tengah kembali meneguhkan komitmen terhadap penghargaan, perlindungan dan pemenuhan HAM bagi semua warga,” tandasnya.

Ia melanjutkan, Rajut meyakini bahwa HAM bagi semua warga negara merupakan indikator utama keberhasilan berbangsa-bernegara.

Menurutnya, saat ini Indonesia sedang mengalami darurat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), banyak menteri dan pejabat negara yang melakukan KKN, suap, abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan melanggar HAM. Hal itu menunjukkan bahwa nomokrasi (kedaulatan hukum) belum dijalankan dengan baik.

Bahkan, pihaknya menilai hukum justru digunakan alat oleh penguasa saat ini untuk melanggengkan kekuasaannya melalui cara-cara yang tidak beretika dan menciderai nilai-nilai dasar demokrasi.

“Kami, Rajut sebagai organisasi relawan sosial-politik yang didirikan pada tahun 2023 oleh aktivis Reformasi 98, kaum professional, aktivis sosial, tokoh agama, tokoh pemuda dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus merajut berbagai elemen bangsa untuk tegaknya HAM, demokrasi, keadilan sosial-ekonomi dan pemberantasan korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) di Indonesia”, tegas Muhaji.

Muhaji melanjutkan, sebagai bagian dari aktor demokrasi, Rajut akan memperkuat konsolidasi demokrasi agar tatanan politik-sosial tetap berada dalam koridor demokrasi.

“Rajut Jawa Tengah memandang bahwa hanya Capres-Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang masih berkomitmen menjaga demokrasi di Indonesia agar tetap sejalan dengan amanat Reformasi 1998 khususnya menjaga demokrasi dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Indonesia,” tandasnya.

Pada acara Konsolidasi Rajut Jawa Tengah di Bandungan Semarang, pihaknya mengkonsolidasikan seluruh pimpinan dan simpul-simpul Rajut yang telah berdiri di 35 Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk menyusun langkah-langkah konkrit penggalangan dukungan kepada Capres-Cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD.

“Rajut Jawa Tengah akan melakukan kampanye door-to-door dan sosialisasi visi-misi Ganjar-Mahfud kepada komunitas di akar rumput, komunitas penggerak masyarakat, mahasiswa dan komunitas anak muda milenial dan generasi Z,” ujar Iwan.

Iwan mengungkapkan, target RAJUT Jawa Tengah adalah berkontribusi optimal dalam memenangkan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah dengan perolehan suara di 65 persen dari total pemilih.

Achmad Dinar Saefuddin, Sekretaris Eksekutif RAJUT Jawa Tengah menambahkan rakyat Indonesia, butuh perbaikan.

“Perbaikan adalah sintesa dari semua yang ada. Perbaikan yang akan kita tuju adalah menjaga kebijakan/program lama yang masih baik dan membuat kebijakan/program baru yang lebih baik! al muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wa akhdzu bil jadidil aslah,” tutupnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *