Selama Pandemi, Ekspor Mebel dari Jepara Menurun Sebesar 9,82 Juta Dollar AS di 2020

  • Bagikan
Salah satu warga Jepara tengah membuat kerajinan ukir berupa kacamata kayu, belum lama ini. (MIFTAHUL UMAM/LINGKAR.CO)
Salah satu warga Jepara tengah membuat kerajinan ukir berupa kacamata kayu, belum lama ini. (MIFTAHUL UMAM/LINGKAR.CO)

JEPARA, Lingkar.co  – Pandemi Covid-19 membuat nilai ekspor mebel asal Kota Ukir Jepara menurun sebesar 9.82 juta dollar AS.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Jepara, Iskandar Zulkarnain mengatakan, tercatat, nilai ekspor selama 2020 sebesar 177,03 juta dolar AS atau turun dibanding tahun 2019 yang sebesar 186,85 juta dolar AS.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Penurunan ekspor mebel tersebut, salah satunya karena adanya pandemi Covid-19 sehingga berpengaruh terhadap penjualan mebel ke sejumlah negara di dunia yang juga mengalami permasalahan yang sama soal penyakit virus corona,” katanya, belum lama ini.

Dengan adanya permasalahan yang sama, dimungkinkan daerah tujuan ekspor perekonomiannya juga mengalami kelesuan. Sehingga, daya beli masyarakat juga bisa turun.

Hal tersebut terlihat dari jumlah pengusaha yang melakukan ekspor mebel dari kayu ke berbagai negara di dunia selama tahun 2020. Tercatat, di tahun tersebut hanya 381 pengekspor, atau turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 394 pengekspor.

Sementara dari sisi volume barang yang diekspor selam 2020 justru lebih tinggi, karena mencapai 53,64 juta kilogram, sedangkan tahun 2019 volume ekspornya hanya 52,37 juta kg. Hanya saja nilai ekspornya justru lebih kecil karena hanya 177,03 dolar AS, sedangkan tahun 2019 nilai ekspornya mencapai 186,85 juta dolar AS.

Dalam rangka mendongkrak ekspor mebel, sering kali digelar promosi. Baik oleh pihak pengusaha mebel maupun kegiatan promosi yang difasilitasi oleh Pemkab Jepara.

Promosi yang diikuti oleh para pengusaha mebel yang berorientasi ekspor tidak hanya di tingkat nasional, bahkan hingga pameran tingkat internasional juga diikuti untuk mempromosikan produk mebel asal Jepara. Pengusaha mebel kelas menengah atas memang memiliki kesadaran bahwa promosi penting, meskipun menghabiskan biaya yang cukup besar. (ant/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.