Semarang Bersih: Disperkim Tambah Tempat Sampah Pilah dan Komposter di Taman Kota

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang (Disperkim) meningkatkan pengolahan sampah di taman-taman kota sebagai dukungan terhadap program Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yakni Semarang Bersih.

Program Semarang Bersih berfokus pada pendekatan zero waste berbasis masyarakat, pemilahan sampah dari rumah, penguatan bank sampah, pengembangan aplikasi “ASN Wegah Nyampah”, serta pembangunan IPAL TPA Jatibarang.

Langkah tersebut sejalan dengan Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 600.4/122 Tahun 2025 tentang Penetapan Peta Jalan Rencana Aksi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah di Kota Semarang Tahun 2025–2026. Pemilahan dan pengelolaan sampah di sumber atau hulu menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut.

Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik juga menjadi sumber timbulan sampah, sehingga perlu dikelola sesuai regulasi. RTH memiliki fungsi intrinsik berupa fungsi ekologis, seperti penyegaran udara, perbaikan iklim mikro, penyerapan air hujan, pengendalian banjir, pengaturan tata air, pemeliharaan ekosistem tertentu, perlindungan plasma nutfah, hingga pelembut arsitektur bangunan. Selain itu, RTH juga memiliki fungsi ekstrinsik meliputi fungsi sosial, budaya, ekonomi, serta estetika.

Sebagai pengelola taman Kota Semarang, Disperkim menambah tempat sampah tiga pilah untuk memudahkan pemilahan sampah serta menyediakan tong komposter guna mengolah sampah organik taman menjadi kompos. Penambahan sarana ini dilaksanakan di taman aktif Kota Semarang dengan pelopor awal di Taman Indonesia Kaya.

Sebagai salah satu taman kota strategis, Taman Indonesia Kaya memiliki tingkat kunjungan yang cukup padat. Lokasi ini kerap digunakan masyarakat untuk kegiatan rekreasi, sosial, budaya, hingga penyelenggaraan event besar.

Kepala Disperkim, Murni Ediati, menjelaskan dalam mendukung Program Wali Kota Semarang, pihaknya terus meningkatkan sarana taman kota melalui penambahan tempat sampah pilah dan komposter di Taman Indonesia Kaya yang selanjutnya akan diterapkan di seluruh taman aktif kota.

“Tempat pilah sampah memberi edukasi kepada masyarakat dalam pemilahan sampah organik dan anorganik. Sedangkan komposter untuk mengurangi timbunan sampah di TPA, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta menyuburkan tanah secara alami, sejalan dengan prinsip sustainability,” ujarnya.

Selain itu, Disperkim juga berencana melaksanakan pengelolaan sampah anorganik menjadi ecobrick.

Melalui langkah ini, taman kota diharapkan tidak hanya menjadi ruang komunal yang nyaman untuk bersosialisasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Upaya tersebut ditujukan untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai kota hijau yang semakin bersih dari sampah. ***