Simulasi Pengamanan Pemilu, Massa Rusuh, Bentrok dengan Aparat

Simulasi bentrokan antara polisi dengan massa. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Lingkar.co – Simulasi Pengamanan Pemilu, Massa Rusuh, Bentrok dengan Aparat. Aksi protes warga Kendal karena tidak diijinkan mencoblos di TPS berujung kerusuhan. Awalnya, warga hanya menggelar protes di kantor KPU Kendal, namun aksi tersebut disusupi provokator sehingga suasana berubah menjadi kerusuhan besar.

Warga melawan petugas yang berjaga mengamankan aksi protes warga. Bahkan sebagian warga mulai bertindak anarkis dengan melempari petugas menggunakan batu dan memukul dengan kayu. Tak pelak lagi, bentrok antara polisi dengan pengunjuk rasa tidak dapat dihindari.

Massa yang semakin banyak ini membuat petugas Polres Kendal kewalahan, sehingga meminta bantuan personil Brimob Polda Jawa Tengah untuk menghalau massa.

Meski sebenarnya tak berimbang, namun massa tetap nekat menyerang aparat, dan bahkan semakin brutal. Mereka toko di sepanjang jalan jadi sasaran amukan massa. Mereka menjarah dan membakar toko dan warung di pinggir jalan.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Polisi, Brimob Polda Jateng dan TNI akhirnya berhasil meredam aksi tersebut. Aparat berhasil mengamankan orang-orang yang diduga memulai dan memancing aksi anarkis.

Itulah pemandangan dalam simulasi pengamanan pemilu di depan stadion utama Kendal yang dilakukan oleh Polres Kendal, Jawa Tengah, Rabu (27/9/2023).

Png-20230831-120408-0000

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi, kemungkinan potensi kerusuhan di Kendal terhadap hasil proses dan hasil Pemilu. Dengan demikian, berbagai kemungkinan buruk bisa dicegah secara dini.

kapolres kendal AKBP Feria Kurniawan mengatakan, personel yang disiapkan untuk mengamankan saat pemilu sebanyak 450 personel.

Bahkan, masih dibantu dari TNI, Pemkab Kendal dan dukungan Brimob Polda Jawa tengah.

“Dalam menghadapi pemilu 2024 Polres Kendal bersama TNI dan Pemkab Kendal siap untuk mengamankan pemilu serentak,” kata Feria menjelaskan.

Dijelaskan, pihaknya akan melaksanakan pengamanan Pemilu secara bertahap, sesuai dengan tahapan yang ada.

“Mulai akhir 2023 sudah mulai kampanye dan personel sudah disiapkan,” tegasnya.

Sementara, Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto yang menyaksikan simulasi sistem pengamanan (Sispam) Pemilu mengapresiasi kesigapan petugas keamanan.

Ia juga memuji kegiatan simulasi tersebut. Namun demikian ia berharap meski simulasi ini berjalan baik, kerusuhan gara-gara Pemil jangan sampai terjadi di Kendal.

“Kegiatan ini dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka Pilkada mendatang. Semoga Kendal aman, tidak sampai terjadi seperti yang disimulasikan ini,” tuturnya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, selama ini kondisi di Kendal aman dan kondusif, tetapi tetap waspada, dan melakukan antisipasi secara dini menjelang Pemilu 2024.

Bupati juga memastikan jajaran Forkopimda Kendal akan solid menyambut Pemilu 2024. Sehingga kondusifitas selalu terjaga. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *