Berita  

AMPB dan KPK Kampanyekan Antikorupsi, Dorong Integritas Warga Pati

Pendidikan antikorupsi di Aula Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Minggu (26/4/2026). Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Pasukan Pati Ora Sepele yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggelar pendidikan antikorupsi di Aula Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi: Membangun Pati Berintegritas dari Akar Rumput” ini menghadirkan sejumlah narasumber dari KPK, kalangan akademisi, hingga media massa.

Ketua Pati Ora Sepele, Suharno, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut muncul dari keprihatinan terhadap maraknya kasus korupsi yang kerap menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Ia menilai praktik korupsi telah memberikan dampak luas yang merugikan berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Kegiatan ini berangkat dari kegelisahan kami melihat banyaknya kasus korupsi yang terungkap. Ini ancaman nyata yang merampas hak masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Suharno berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya korupsi sekaligus mendorong kesadaran untuk melawannya, dimulai dari lingkungan terdekat.

“Kami ingin menekankan bahwa perlawanan terhadap korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Masyarakat perlu memahami apa itu korupsi dan bagaimana mencegahnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Utama KPK, Suharsi, memaparkan sejumlah nilai integritas yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, keberanian, dan keadilan.

Menurutnya, korupsi merupakan kejahatan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dampak tersebut antara lain melambatnya pertumbuhan ekonomi, terhambatnya pembangunan infrastruktur, hingga tidak optimalnya layanan kesehatan.

“Korupsi itu kejahatan yang dampaknya sangat luas. Pembangunan bisa terhambat dan pelayanan publik menjadi tidak maksimal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi. Tanpa dukungan publik, menurutnya, upaya tersebut tidak akan berjalan efektif.

“Korupsi bisa merugikan bahkan ‘membunuh’ rakyat. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawal gerakan antikorupsi. Jangan takut untuk terlibat,” tegasnya. (*)