Tingkatkan Kualitas Pendidikan dengan Rekrut Guru Berprestasi

  • Bagikan
RAMAH: Sejumlah tenaga pendidik di TK Pertiwi Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus menerapkan prokes ketat saat piket di sekolah belum lama ini. (MULANA AINUL YAKIN/LINGKAR.CO)
RAMAH: Sejumlah tenaga pendidik di TK Pertiwi Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus menerapkan prokes ketat saat piket di sekolah belum lama ini. (MULANA AINUL YAKIN/LINGKAR.CO)

KUDUS, Lingkar.co– Pendidikan anak usia dini sangat penting dalam rangka pondasi melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya. Hal itulah yang disadari pihak taman kanak-kanak (TK) Pertiwi di RT 04/ RW 03Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Salah satu faktor penting dalam pendidikan di tingkat TK adalah guru yang berkualitas. Tak hanya itu, dengan guru berprestasi juga menjadi daya tarik tersendiri agar orang tua murid tertarik menyekolahkan anaknya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Untuk itulah perekrutan guru di sini (TK Pertiwi, Red) salah satu yang sangat kami perhatikan,” kata Prihatin, S.pd, AUD selaku Kepala TK Pertiwi kepada lingkar.co.

Prihatin menjelaskan, seluruh guru di TK yang dipimpinnya itu memiliki gelar sarjana (S1) pendidikan. Bahkan, tak sedikit yang juga memiliki banyak prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

“Ada guru yang meraih juara tiga dalam ajang Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Kudus. Kemudian, juga ada yang juara tiga lomba mendongeng tingkat Kabupaten Kudus. Ada juga yang meraih juara I dalam ajang BIG Book (membuat buku cerita) tingkat kcamatan,” ungkapnya.

Lanjut Prihatin, tidak sedikit pula prestasi yang pernah diraih oleh siswa-siswi TK Pertiwi. Seperti juara 1 tingkat kecamatan dalam Lomba Dongeng Bahasa Jawa pada ajang Gebyar PAUD yang pelaksanaannya sebelum pandemi covid-19.

”Selain itu, di TK Pertiwi juga ada ekstrakulikuler drumband bagi siswa. Namun, selama pandemi covid-19, saat ini untuk sementara waktu berhenti,” ungkapnya.

Selama pandemi covid-19, pembelajaran masih tetap berlangsung. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode home visit. Caranya, pertama guru memberikan tugas kepada siswa yang dikirimkan melalui WhatsApp orang tua siswa. Kemudian, setiap sepekan sekali, guru datang ke rumah siswa.

“Selama home visit ke rumah siswa, guru menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Meski dalam kondisi pandemi seperti ini, pembelajaran tetap berjalan. Kami berharap pandemi segera berakhir,” harapnya.(kin/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.