Trayek Trans Jateng Masuk Sangiran Tak Efektif

  • Bagikan
PERLU EVALUASI: Salah satu armada BRT Trans Jateng trayek Solo-Sangiran-Sumberlawang baru-baru ini.(MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR.CO)
PERLU EVALUASI: Salah satu armada BRT Trans Jateng trayek Solo-Sangiran-Sumberlawang baru-baru ini.(MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR.CO)

SRAGEN, Lingkar.co – Progres operasional bus rapid transit (BRT) Trans Jateng Solo-Sangiran-Sumberlawang belum maksimal sampai sejauh ini. Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpang kurang dari 50 persen dari kapasitas.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Bintoro Setiyadi mengatakan, Dishub Provinsi Jawa Tengah yang secara resmi mengelola BRT Trans Jateng. Namun dia berpendapat agar semakin menarik minat, perlu revisi trayek.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

”Jadi selama ini trayek bus itu masuk menuju Sangiran dari jalan besar. Itu ternyata tidak efektif dan memakan waktu. Lebih baik menggunakan jalur biasa saja tanpa harus masuk ke dekat Sangiran,” ujarnya.

Dia menyampaikan, penumpang berharap jika menaiki angkutan umum tidak terlalu memakan waktu. Lantas, jika menghapus jalur Sangiran bisa menghemat waktu. Apalagi bagi anak sekolah atau pedagang dan karyawan.

“Untuk trayek dari museum Sangiran hingga jalan raya bisa dimanfaatkan masyarakat. Misalnya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) desa setempat mengambil peluang sebagai feeder. Sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat terakomodir,” ungkapnya.

Bintoro menyampaikan, BRT ini terdapat 14 bus yang beroperasi. Dengan pertimbangan dan keluhan masyarakat yang terakomodir. Harapannya minat warga untuk naik trans jateng Solo-Sumberlawang meningkat. Selain itu tetap mengakomodir destinasi pariwisata di sekitar.

Dia tidak memungkiri minat warga cukup sepi. Padahal tarif yang ditarih sangat murah, hanya Rp 2.000 untuk pelajar  dan Rp 4.000 untuk masyarakat umum. Bintoro menambahkan selama ini penumpang Trans Jateng juga belum bisa ke Sangiran karena masih tutup akibat pandemi.

”Untuk belok dari Kalijambe ke arah Sangiran juga butuh waktu. Maka harapannya nanti bisa ada penambahan feeder yang menuju ke obyek wisata Sangiran dan Kemukus.  Sehingga Trans Jateng khusus di jalur utama saja,” bebernya.(fid/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.