Wagub Jateng Borong Dagangan dan Berbagi Sembako Pada Malam Iduladha

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Wagub) saat menyerahkan bantuan sembako kepada para pedagang kaki lima di kawasan Banyumanik Kota Semarang, pada malam Iduladha kemarin. REZANDA AKBAR D/LINGKAR.CO
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Wagub) saat menyerahkan bantuan sembako kepada para pedagang kaki lima di kawasan Banyumanik Kota Semarang, pada malam Iduladha kemarin. REZANDA AKBAR D/LINGKAR.CO

SEMARANG, Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Wagub), menemui beberapa pedagang kaki lima yang masih berjualan pada malam Iduladha.

“Ayo maskernya dipakai, kok belum tutup pak, ayo tutup sudah jamnya,” ujarnya kepada pedagang sekitaran Kecamatan Banyumanik, Semarang, Senin (19/7/2021) malam.

Pedagang sate yang mengetahui kedatangan Wagub, sontak langsung bersiap-siap membereskan dagangannya.

“Tutup nggih pak, dagangannya sisa berapa tusuk? Dihitung nanti saya beli, sudah jam lewat PPKM. Jangan berkerumun kasus aktif (Covid-19) masih tinggi tolong pulang ya,” pinta Gus Wagub, sapaan akrab Wagub, kepada pedagang dan pembeli.

Tidak hanya meminta para pedagang untuk tutup, Gus Yasin, juga memberikan bantuan sembako bagi pedagang yang terdampak PPKM.

Gus Yasin, juga memborong dagangan dan mentraktir warga yang sedang membeli dagangan.

“Mau beli mas? Sudah ini bawa saja buat makan keluarga di rumah,” ujarnya, sambil membagikan sate yang ia beli.

Usai mengingatkan para pedagang di Banyumanik, Gus Yasin, melanjutkan perjalanan ke arah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Namun, saat perjalanan, Gus Wagub berhenti di masjid Al-Jauhari, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik.

Baca Juga:
Iduladha 1442 H, Gus Irsyad Larang Takbir Keliling pada Masa PPKM Darurat

Gus Yasin, memberikan sate kepada para warga sekitar yang sedang melakukan takbiran malam Iduladha.

“Jangan malam-malam ya takbirannya, sampai jam 8 saja. Inget maskernya jangan turun,” kata Gus Yasin, kepada warga.

Ia uga mengingatkan penjaga masjid agar melakukan ibadah Iduladha di rumah.

GUS WAGUB BORONG NASI GORENG DAN NASI BUNGKUS

Setelah dari masjid, ia melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Ungaran. Di tengah perjalanannya, ia menemui pedagang nasi goreng yang masih berjualan.

“Kenapa belum tutup?,” tanya Gus Yasin

Pedagang yang bernama Odit itu, mengungkapkan alasannya. Ia mengaku berjualan dari jam 4 sore, namun hingga jam 10 malam, hanya dua porsi nasi goreng terjual.

Mendengar jawaban Odit, Gus Wagub, langsung memberikan paket sembako. Ia juga memborong nasi goreng Odit.

“Ini saya beli ya, sebelah sana ada masjid. Silakan kalau mau bagi-bagi nasi goreng disana. Tapi di tutup ya,” bujuk Gus Yasin kepada Odit.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Odit, penerima bantuan dari Wagub Gus Yasin. Ia sangat senang dan berterimakasih kepada Wagub.

“Perasaan saya campur aduk, kaget iya seneng juga iya. Ya sebenarnya mau gimana lagi, saya pingin nurut pemerintah tutup jam 8, tapi kalau tutup jam 8 saya besok mau makan apa,” ujar Odit.

Selain itu, Odit juga mengatakan, bahwa ia berkeinginan untuk tetap bisa berjualan, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Perasaan yng saa juga dirasakan, Ares, pedagang nasi bungkus. Ia merasa senang saat dagangannya diborong habis oleh Gus Yasin.

Menurutnya, cara untuk mengajak pedagang untuk tutup tepat waktu dengan menggunakan cara seperti ini.

“Seneng dagangannya diborong, kalau diborong gitu kan kita senang juga dapet uang, dan besok lagi bisa dipakai untuk jualan,” ucapnya. *

Penulis : Rezanda Akbar D
Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!