83 KK Terdampak 39 Rumah Rusak Berat Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih beserta rombongan saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Nagori Karang Anyar dan Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Foto: dokumentasi
Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih beserta rombongan saat meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Nagori Karang Anyar dan Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Hujan dengan intensitas tinggi disertai dengan angin kencang yang terjadi pada Minggu malam dan Senin (29-30/3/2026) merusak puluhan bangunan di Nagori Karang Anyar dan Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 83 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana, dengan rincian 39 rumah rusak berat dan 44 rumah rusak ringan.

Tak hanya hunian warga, bangunan Gedung SD Negeri 091263 Karang Sari dan Perpustakaan SMP Negeri 1 Gunung Maligas turut mengalami kerusakan. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, didampingi Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora serta jajaran instansi terkait, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung tersebut.

Bupati beserta rombongan menelusuri area yang masih menyisakan bekas amukan alam. Di lokasi tersebut, suasana terasa haru namun penuh harapan.

Bupati tidak hanya melihat kondisi kerusakan, tetapi juga langsung menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan material bangunan kepada warga yang rumahnya rusak.

Dalam kesempatan itu, Anton Saragih menegaskan bahwa pemerintah daerah telah sigap melakukan respons sejak awal kejadian.

“Setelah mendapat laporan kejadian, saya langsung instruksikan BPBD, Dinas Sosial serta dinas terkait untuk segera turun ke lokasi lakukan assesment dan penanganan darurat,” ujar Bupati, Sabtu (4/4/2026)

Bupati juga memerintahkan agar seluruh kebutuhan dasar warga segera terpenuhi. Tidak ada satu pun keluarga yang boleh kekurangan makanan atau kebutuhan pokok di masa pemulihan ini. “Jangan ada keluhan kekurangan makanan dari mereka,” tandasnya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati memastikan bahwa bantuan perbaikan rumah akan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan yang telah dinilai oleh tim teknis.

Di akhir kunjungan, Bupati menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Bupati berpesan kepada masyarakat agar tetap tabah dan kuat menghadapi musibah ini agar mereka bangkit kembali.

“Kami berharap warga tetap sabar. Pemerintah Kabupaten Simalungun akan terus mendampingi proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak hingga selesai,” pungkasnya.(*)