Kemenhaj Beri Kebebasan Jemaah Pilih Lokasi Penyembelihan Dam Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memberikan keleluasaan bagi jemaah haji untuk menentukan lokasi penyembelihan dam sesuai dengan pilihan pandangan fikih masing-masing. Kebijakan ini diambil dengan tetap menghormati perbedaan pendapat ulama terkait pelaksanaan dam haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa pemerintah tidak berpihak pada salah satu pandangan fikih tertentu, melainkan memfasilitasi seluruh pendapat yang memiliki dasar kuat.

“Kementerian Haji dan Umrah memberi ruang yang sangat luas terhadap perbedaan fiqih atau hilafiah di kalangan jemaah, terutama terkait dam haji,” kata Dahnil, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mewajibkan penyembelihan dam dilakukan di Tanah Haram. Namun, pemerintah juga menghormati pandangan Tarjih Muhammadiyah yang memperbolehkan pelaksanaan dam di Indonesia.

Dengan kebijakan tersebut, jemaah yang meyakini dam dapat dilakukan di Tanah Air dipersilakan menyalurkannya melalui lembaga resmi di dalam negeri atau daerah masing-masing. Sementara itu, jemaah yang memilih pelaksanaan di Tanah Suci diarahkan menggunakan jalur resmi pemerintah Arab Saudi melalui Adahi.

Dahnil menegaskan bahwa penyembelihan di luar mekanisme resmi dapat dianggap tidak sah secara administratif oleh otoritas Arab Saudi.

Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaff menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme pembayaran dam yang lebih transparan melalui Adahi Project yang terintegrasi dengan Nusuk Masar.

Ia menyebut biaya dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 riyal Saudi per jemaah, dengan lebih dari 34 ribu jemaah Indonesia telah melakukan pembayaran melalui jalur resmi.

Petugas Adahi juga akan mendatangi hotel jemaah untuk memudahkan proses pembayaran, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Kemenhaj mengimbau jemaah agar tidak menggunakan jasa perantara tidak resmi untuk menghindari penipuan serta memastikan tata kelola dam berjalan sesuai ketentuan syariat dan regulasi Arab Saudi.

Hingga saat ini, operasional haji dilaporkan berjalan lancar dengan ratusan kloter jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi dan sebagian besar telah tiba di Makkah.

Penulis: Putri Septina