Abu Vulkanik Gunung Semeru Guyur Enam Desa di Lumajang

  • Bagikan
Bupati Lumajang Thoriqul Haq (kiri) menjelaskan dampak awan panas guguran Gunung Semeru kepada Mensos Tri Rismaharini di Pendapa Pemkab Lumajang, Senin (18/1/2021) petang. (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Bupati Lumajang Thoriqul Haq (kiri) menjelaskan dampak awan panas guguran Gunung Semeru kepada Mensos Tri Rismaharini di Pendapa Pemkab Lumajang, Senin (18/1/2021) petang. (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)

LUMAJANG, Lingkar.coHujan Abu Vulkanik Gunung Semeru guyur enam desa di Kabupaten Lumajang. Awan panas guguran meluncur dari ketinggian gunung 3.676 mdpl, Selasa (2/2/2021).

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, pada Selasa pukul 06.36 WIB telah terjadi awan panas guguran.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Hari ini (Selasa.red) hujan abu vulkanik mengguyur enam desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Candipuro dan Pasrujambe,” katanya.

Awan panas guguran Gunung Semeru dengan jarak luncur sekitar 2 kilometer dari lidah lava. Sehigga menimbulkan kepulan asap putih kehitam-hitaman membubung tinggi mengarah ke utara.

“Enam desa yang terdampak abu vulkanik Gunung Semeru yakni Desa Tambahrejo, Desa Tumpeng, Desa Kelapa Sawit, Desa Penanggal, dan Desa Sumbermujur di Kecamatan Candipuro, sedangkan satunya di Desa Pasrujambe di Kecamatan Pasrujambe,” tuturnya.

Gunung Semeru luncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer yang teramati dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Gunung Semeru luncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer yang teramati dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)

Ia mengatakan, guyuran hujan abu vulkanik sesuai arah angin dan terpantau dengan intensitas tipis hingga sedang selama dua jam di enam desa tersebut.

“Kami sudah menyiapkan ribuan masker untuk mengantisipasi hujan abu vulkanik, sehingga bisa didistribusikan sewaktu-waktu saat hujan abu vulkanik turun,” katanya.

Sementara salah seorang warga Desa Tambahrejo, Solikan mengatakan, hujan abu sedang mengguyur desanya sekitar satu hingga dua jam saja.

“Abu vulkanik menempel di sepeda motor saya saat diparkir di halaman Kantor Desa Tambahrejo, namun setelah hujan turun maka tidak ada lagi guyuran abu vulkanik,” katanya.

Status Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut pada level II atau waspada.

Sebelumnya hujan abu vulkanik mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Lumajang setelah gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu erupsi dan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4 kilometer pada 16 Januari 2021 yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Senduro, Gucialit dan Pasirian. (ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.