Akibat Gempa Malang, Lima Warga Lumajang Meninggal Dunia

LUMAJANG, Lingkar.co – Sejumlah lima orang meninggal dunia akibat gempa malang dengan magnitudo 6,7 yang diperbarui menjadi 6,1 yang terjadi di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4) pukul 14.00 WIB.


“Setelah petugas melakukan pengecekan di lapangan memang benar ada lima korban yang meninggal dunia akibat gempa yang berpusat di Malang,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang M. Wawan Hadi Siswoyo.


Tiga dari lima orang yang meninggal akibat gempa tersebut meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan rumahnha di Kecamatan Tempursari dan Pasarujambe.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Baca juga:
Gempa M 6,7, Sebabkan Guncangan di Beberapa Wilayah di Jawa Timur


Kemudian untuk dua korban lainnya merupakan suami istri yang meninggal akrena tertimpa batu besar saat berkendara di Jalur Piket Nol Lumajang.


“Korban yang meninggal dunia yakni sepasang suami istri Ahmad Fadholi dan Sri Yani warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari yang tertimpa batu besar saat melewati jalur Piket Nol,” jelas Wawan.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye


Sedangkan korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yakni Saden warga DusunTawon Songo, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, kemudian Juwanto dan Nasar yang merupakan warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:
Gempa Malang, Warga Jember Berhamburan Keluar Rumah


Menurutnya kerusakan terparah di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempusari, sehingga dibuka posko pengungsi di wilayah tersebut untuk para korban gempa yang rumahnya rusak.


“Kami masih terus melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Senduro, Yosowilangun, dan Tekung,” tuturnya.


“Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ungkapnya.

Baca juga:
Salatiga Pertahankan Predikat Kota Toleran


Pihaknya juga meminta warga masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak, agar tidak menambah jumlah korban yang berjatuhan akibat gempa dengan magnitudo 6,1 tersebut. (ara/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *