Amerika Serikat segera Mulai Pembelajaran di Sekolah

  • Bagikan
Seorang pegawai menunggu untuk membantu para pelajar turun dari bus di Sekolah Dasar Rover di Tempe, Arizona, Amerika Serikat, Senin (17/8/2020). (ANTARA/LINGKAR JATENG)
Seorang pegawai menunggu untuk membantu para pelajar turun dari bus di Sekolah Dasar Rover di Tempe, Arizona, Amerika Serikat, Senin (17/8/2020). (ANTARA/LINGKAR JATENG)

WASHINGTON, Lingkar.co – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat akan mengeluarkan pedoman COVID-19 baru untuk sekolah-sekolah. Pembukaan sekolah merupakan salah satu janji pemerintahan Biden dalam 100 hari pertama untuk mengirim sebagian besar siswa kembali ke kelas.

Badan keamanan kesehatan tertinggi AS itu diharapkan memberikan panduan tentang berbagai langkah untuk mengurangi penyebaran virus di 130.000 sekolah dasar dan menengah di negara itu. Seperti mencuci tangan, bermasker, menjaga jarak dan membersihkan, menurut seseorang yang mengetahui dengan masalah itu.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Tekanan untuk membuka kembali atau memperluas pemelajaran tatap muka telah meningkat. Karena hampir satu tahun pemelajaran jarak jauh telah merugikan 55 juta anak sekolah negeri dan keluarga mereka.

Hanya 44 persen dari distrik sekolah AS yang menawarkan pemelajaran tatap muka penuh pada Desember. Kemudian, 31 persen beroperasi dari jarak jauh. Itu berdasarkan penelitian Center for Reinventing Public Education. Mereka mensurvei 477 dari hampir 13.000 distrik sekolah di negara itu.

Distrik lain telah menerapkan model pemelajaran campuran di mana siswa menghadiri beberapa hari sekolah secara langsung dan beberapa secara virtual.

Studi terbaru menunjukkan bahwa ruang kelas bukanlah sarang infeksi COVID-19. Itu memperkuat desakan untuk membuka kembali sekolah. Namun, masih harus dilihat berapa banyak distrik sekolah yang dapat mematuhi protokol kesehatan CDC.

Presiden Joe Biden berjanji untuk membuka kembali sebagian besar sekolah dalam 100 hari setelah menjabat pada 20 Januari. Pada Minggu, dia mengatakan masalah yang timbul dari penutupan sekolah yang berkelanjutan, termasuk masalah kesehatan mental anak-anak dan keluarnya orang tua dari angkatan kerja, telah mendorong ke keadaan darurat nasional.

“Saya dapat meyakinkan Anda satu hal. Tidak ada perdebatan mengenai apakah akan membuka sekolah di sini. Ada perdebatan tentang caranya,” kata penasihat virus corona Gedung Putih Andy Slavitt.(ara/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.