Cohesive Ajak Generasi Muda Waspadai Ancaman yang Merusak Negara

Founder Cohesive, Ahmad Arafat Aminullah saat jumpa pers disela kegiatan di Oak Tree Emerald Hotel, Kamis (7/9/2023). Foto: Rifqi Hidayat/Lingkar.co

Lingkar.co – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Center of Human Excellence Diversive (Cohesive) mengajak generasi muda untuk mewaspadai berbagai ancaman yang merusak negara.

Gerakan kesadaran akan hal itu dilakukan dalam kegiatan Youth Diversity Forum 2023 di Oak Tree Emerald Hotel, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain Dr. Drs. HM. Jusuf Kalla, Ulta Levena Nababan, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, stafsus Milenial Presiden Joko Widodo sekaligus pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, dan Founder Cohesive Ahmad Arafat Aminullah, ST serta sejumlah tokoh lain.

Arafat dalam jumpa pers mengatakan, ada ancaman dari luar dan ancaman dari dalam. Namun, kata dia, kondisi riel saat ini tidak banyak pemuda yang sadar pada ancaman-ancaman tersebut.

“Mereka banyak yang terambil fokus perhatiannya pada hal-hal yang sifatnya receh, main TikTok,aim main mobile game, terjebak judi online, pinjol, perkara cinta dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Di lain sisi, ia juga menyadari banyak generasi muda yang masih belajar dan dalam tahap pencarian jatidiri. Bahkan ada yang harus bekerja keras dan berada di daerah terluar.

Png-20230831-120408-0000

Berangkat dari titik pandang tentang kesatuan bangsa yang ia pelajari, maka ia mendirikan Cohesive yang menggelar forum bagi generasi muda untuk bersatu merawat keberagaman dalam kemerdekaan.

“Ayo bersatu mengisi kemerdekaan, menjaga NKRI. Nanti ada podcast-podcast entertain modal sosial kerukunan umat beragama sebesar-besarnya,” ujarnya.

Ia juga menyebut telah berdiskusi dengan berbagai pihak terkait pertahanan keamanan dalam banyak konteks sudut pandang hingga pada wacana perang generasi kelima.

“Bagi orang yang tidak tahu itu pasti akan sangat mengerikan seperti apa konteks dan wujud dari perang generasi kelima tersebut,” urainya.

“Dan mungkin akan sangat jauh dari apa yang kita bayangkan. Bukan perang yang sifatnya konfrontasi fisik, dan perang alat. Ini Ndak, tapi perang budaya, perang gaya hidup, dan banyak hal yang jadi ancaman,” paparnya.

Stafsus Milenial Presiden Joko Widodo sekaligus pendiri Yayasan Kitong Bisa, Billy Mambrasar mengatakan, Indonesia sedang menunjukkan taringnya dalam pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Indonesia juga tengah menunjukkan keberhasilan pembangunan yang dilandasi multikulturalisme. Hal itu, menurutnya, tidak lepas dari komitmen Presiden Jokowi dalam merawat keberagaman di Indonesia. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *