Dampak Banjir di Kendal Puluhan Sekolah Diliburkan

Meja dan kursi sekolah dikeluarkan dari ruang kelas yang sedang dibersihkan. Foto: istimewa
Meja dan kursi sekolah dikeluarkan dari ruang kelas yang sedang dibersihkan. Foto: istimewa

Lingkar.co – Banjir yang melanda kabupaten Kendal berdampak pada puluhan sekolah dari berbagai satuan pendidikan (Satpen), baik negeri maupun swasta diliburkan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal 12 SMP dan 16 SD di kecamatan Kendal Kota diliburkan. Sementara di kecamatan Rowosari terdapat 6 sekolah, Kecamatan Brangsong 16 SD diliburkan.

Selanjutnya di kecamatan Ringinarum 1 TK/PAUD, kecamatan Kaliwungu 4 SD, kecamatan Pegandon 2 SD, kecamatan Brangsong 4 sekolah atau satpen, serta kecamatan Ngampel 2 sekolah atau satpen.

Di SMP Negeri 1 Kendal dan SD Negeri 2 Pegulon, air banjir sempat masuk ke seluruh ruang kelas. Pembersihan dilakukan oleh penjaga sekolah bersama para guru. Karena halaman sekolah masih tergenang air, pihak sekolah juga meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal untuk membersihkan lumpur sisa banjir.

Kepala SD Negeri 2 Pegulon Kendal, Kholifah, mengatakan banjir mulai masuk ke area sekolah sejak Sabtu lalu dan merendam seluruh ruang kelas. Namun, pihak sekolah telah mengamankan barang-barang penting seperti komputer dan buku, sehingga tidak ada aset sekolah yang rusak akibat banjir.

“Sejak Sabtu ruang kelas sudah terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa ditiadakan. Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring oleh masing-masing guru,” ujar Kholifah, Senin (19/1/2026).

Petugas Damkar Kendal, Aput Eka Wartana, mengatakan pihaknya menerima sejumlah permintaan bantuan pembersihan lumpur banjir dari sekolah-sekolah yang terdampak. Sejak Senin pagi, petugas Damkar bersama BPBD Kendal mulai membantu pembersihan di beberapa sekolah.

“Untuk saat ini, pembersihan diprioritaskan ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Sementara untuk kantor-kantor pemerintahan yang juga terdampak, belum kami tangani,” jelas Aput Eka Wartana.

Hingga kini, proses pembersihan masih terus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat