Data Terintegrasi, Maksimalkan Pembaruan Data Kependudukan

  • Bagikan
TAMPILAN: Perangkat Desa Bermi sedang melakukan pengoperasian sistem administrasi desa. (IBNU MUNTAHA/LINGKAR.CO)
TAMPILAN: Perangkat Desa Bermi sedang melakukan pengoperasian sistem administrasi desa. (IBNU MUNTAHA/LINGKAR.CO)

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Data sudah terintegrasi, warga Desa Bermi, Kecamatan Gembong semakin aktif melakukan pembaruan data kependudukan.

Ariful Hadi, selaku bagian Administrasi dan Umum Desa Bermi mengaku, saat ini semua data kependudukan warga sudah terintegrasi dengan administrasi usaha, perbankan, dan lainnya.

“Inilah yang membuat warga teratrik melakukan pembaruan data kependudukan, karena tentunya hal ini memudshkan warga dalam melakukan akses data untuk kebutuhan yang lain,” ujar Arif.

Terutama, ia melanjutkan, warga banyak yang segera melakukan pembaruan data kependudukanmereka setelah menikah.

Baca juga:
KIA Bantu Desa Dalam Pembuatan Data Monografi Desa

Jika dulu warga selalu mengacuhkan pembaruan data kependudukan, saat ini mereka lebih tertib. Hal ini menurut Arif adalah bagian dari kemudahan sistem integrasi data.

“Dulu sering identitas warga setelah menikah seperti status dan alamatnya masih belum mereka rubah,” ungkap Arif.

“Tetapi untuk saat ini, warga sudah tertib untuk memperbaharui status kependudukannya,” bebernya,” lanjutnya.

Pihaknya juga menambahkan, warga Desa Bermi yang pindah datang rata-rata bukan karena pekerjaan, melainkan pernikahan.

Kepala Disdukcapil Pati, Rubiyono menjelaskan pentingnya melakukan pembaruan data kependudukan bagi masyarakat.

Sebab saat ini, mulai dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah. Telah memanfaatkan data kependudukan untuk berbagai hal. Termasuk untuk data penerima bantuan, bidang kesehatan dan lainnya.

Baca juga:
Gubernur Jatim Minta Maaf Soal Penanganan Covid-19

“Sebab semua elemen data kependudukan cenderung penting sepertihalnya golongan darah dan elemen pekerjaan,” ucapnya.

Misal, ketika masyarakat sedang rawat inap pada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun klinik.

Petugas medis akan dengan mudah mengetahui golongan darah hanya dengan melihat berkas kependudukan yang sudah ada pada bagian administrasi saat pendaftaran.

“Selain itu, elemen lainnya seperti pekerjaan juga bisa berguna bagi Dinas Ketenagakerjaan untuk menyajikan data pekerjaan untuk pelaporan kepada pemerintah pusat dan lainnya,” tutupnya.

Penulis: Ibnu Muntaha

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: